SM3T 2016

SM3T 2016
Pulau Kelapa, Bima, NTB

Selasa, 21 Mei 2013

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 32: Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/10/elegi-bagawat-selatan-mengaji.html


Allah adalah dzat sempurna dengan segala sifat-sifat-Nya. Meskipun manusia tidak bisa melihat Allah, tetapi sebagai manusia yang beriman, kita harus mempercayai dan mengimani bahwa Allah itu ada. Salah satu sifat Allah adalah wujud atau ada. Allah itu ada dan melihat segala yang manusia perbuat. 

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 31: Menggapai Kedamaian'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/03/elegi-seorang-hamba-menggapai-kedamaian.html

Menggapai kedamaian yang dianjurkan adalah kedamaian dunia akhirat. Kedamaian yang dilandasi keimanan dan keikhlasan. Kedamaian akan datang pada diri manusia ketika ia telah menyerahkan segala urusan dan tunduk pada segala ketentuan Allah. Dalam rangka menggapai kedamaian ini diperlukan upaya totalitas. Tidak hanya sebagian saja. Bukan suatu hal yang tidak mungkin bahwa dalam rangka berusaha menggapai kedamaian ini akan ada banyak halangan. Halangan terberat adalah nafsu, nafsu di kepala, di dada, dan di perut. Perbanyak dzikir insya Allah akan mendekatkan diri kita pada yang kuasa dan meringankan usaha kita.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 30: Tasyakuran Ketiga (Proyek Syurga)'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ketiga.html


Ritual kali ini intinya adalah memperbanyak amal. Dalam rangka menggapai surga dibutuhkan amal yang ikhlas. Dalam menjalankan ibadah, pelaksanaannya tidak harus banyak, yang terpenting adalah dilakukan secara terus-menerus. Minimal amal yang dilakukan hari ini sama dengan hari kemarin. Dan semua amal dilandaskan pada keikhlasan.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 29: Tasyakuran Ke Dua (Proyek Syurga)'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ke-dua.html


Mari kita lanjutkan proyek kita. Proyek menggapai surga yang ke dua ini berisi usaha-usaha yang harus dilakukan. Salah satunya adalah dengan menjauhi perilaku marah. ‘janganlah kamu mudah marah, maka bagimu surga’… ini tentunya menjadi pegangan bagi siapa saja yang menginginkan surga.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 28: Tasyakuran Ke Satu (Proyek Syurga)'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ke-satu.html


Alhamdulillah, proyek surga adalah proyek untuk mencapai kebahagiaan abadi. Proyek yang tidak mudah karena banyak sekali hambatan-hambatan yang harus dihadapi. Untuk itu, sangat penting untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan berzdikir, berdzikir, dan berdzikir.

Refleksi 'Elegi Ritual ikhlas 27: Silaturakhim Para Ikhlas'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-silaturakhim-para-ikhlas.html


Allah adalah dzat yang paling sempurna. Maha pengasih, penyayang, adil, dan semua sifat-sifat baik lainnya. Allah adalah maha di atas segala maha. Allah memberikan rizki, nikmat, dan rahmat kepada makhluknya tanpa kecuali. Tugas manusia sebagai makhluk Allah adalah bersyukur atas segala ketentuan yang telah Allah berikan. Semua yang diberikan Allah adalah amanah. Bagaimana manusia memanfaatkan dan menjalankan amanah yang Allah berikan akan dimintai pertanggungjawabannya. Setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban dari semua perbuatannya tanpa kecuali. Amal akan ditimbang seadil-adilnya. Di sinilah, kedudukan manusia sebagai makhluk Allah akan sederajad dengan manusia yang lain.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 26: Perlombaan Menjunjung Langit'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-perlombaan-menjunjung-langit.html


Ilmu yang ada di muka bumi ini sangatlah banyak. Orang yang paling tinggi ilmunya tidak lantas membuatnya pensiun dari menuntut ilmu. Manusia wajib menuntut ilmu mulai dari lahir hingga kembali ke tanah (liang lahat). Anak-anak, muda, tua, semuanya wajib menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Bahkan Allah telah menjamin akan meninggikan derajat bagi orang-orang yang berilmu. Tentunya ilmu itu di amalkan dan ditularkan pada yang lain. Karena apalah guna ilmu apabila tidak diamalkan, dan apalah guna amal bila tidak dilandasi keikhlasan. Kembali meluruskan niat hanya pada Allah segala aktivitas.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 25: Menggapai Diri'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-menggapai-refleksi-diri.html


Kesombongan adalah penyakit yang sulit dihindarkan dari setiap insan. Kesombongan timbul karena keinginan kita untuk diakui. Kesombongan diawali dengan perilaku riya’. Sombong dapat menghapuskan amal perbuatan manusia seperti api yang melalap kayu bakar. Untuk itu, untuk menggapai diri perlu meluruskan niat terlebih dahulu. Menajuhkan diri dari sifat riya’ dan sombong, serta perbanyak beristighfar pada Allah.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 24: Menggapai Doa dan Ikhtiar'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-menggapai-doa-dan-ikhtiar.html


Setiap manusia pasti memiliki keinginan atau cita-cita yang ingin diwujudkan. Apapun yang manusia inginkan tidaklah akan terwujud apabila tidak disertai dengan ikhtiar di jalan Allah. Ikhtiar merupakan usaha secara sungguh-sungguh. Setiap apa yang kita usahakan pasti akan ada hasilnya. Hasil yang diperoleh tentunya tergantung pada usaha mereka sendiri dan doa kepada Allah. Doa adalah suatu hal yang penting agar apa yang diinginkan atau dicita-citakan dapat terwujud. Bertawakal, berdoa pada Allah. Menyerahkan segala apa yang telah diusahakan hanya pada Allah. Karena Allahlah yang menentukan hasil dari usaha kita. Dan ketentuan itu tidak terlepas dari kegigihan manusia berusaha.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 23: Menggapai Cinta Ilahi'



Dicintai Allah SWT adalah harapan setiap muslim yang beriman. Menempatkan Allah pada cinta pertama adalah salah satu syarat untuk menjadi kekasih Allah.  Pada hakikatnya, menjadi kekasih Allah sifatnya lebih kekal daripada menjadi kekasih duniawi. Dengan menjadi kekasih Allah, maka jiwa akan menjadi tenang karena setiap perbuatan dilandasi keinginan untuk mendapat ridha Allah. Allah akan memudahkan urusan setiap muslim yang dicintainya. Untuk itu, mari kita berlomba-lomba menjadi kekasih Allah.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 23: Menggapai Cinta Ilahi'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-menggapai-cinta-ilahi.html


Dicintai Allah SWT adalah harapan setiap muslim yang beriman. Menempatkan Allah pada cinta pertama adalah salah satu syarat untuk menjadi kekasih Allah.  Pada hakikatnya, menjadi kekasih Allah sifatnya lebih kekal daripada menjadi kekasih duniawi. Dengan menjadi kekasih Allah, maka jiwa akan menjadi tenang karena setiap perbuatan dilandasi keinginan untuk mendapat ridha Allah. Allah akan memudahkan urusan setiap muslim yang dicintainya. Untuk itu, mari kita berlomba-lomba menjadi kekasih Allah.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 22: Perkelahian Keburukan dan Kebaikan'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-perkelahian-keburukan-dan-kebaikan.html


Manusia diciptakan oleh Allah dengan dianugerahi dua sifat, yaitu baik dan buruk. Selanjutnya, apakah manusia tersebut menjadi baik atau buruk tergantung dirinya dan lingkungannya. Orang yang paling kuat adalah orang yang mampu mengalahkan hawa nafsunya, dalam hal ini adalah hawa nafsu buruk. Baik atau buruknya sifat manusia pasti ada konsekuensinya. Tidak ada satu manusia pun yang tahu berapa besar pahala dan dosa yang mereka miliki. Yang terpenting adalah meyakini bahwa setiap perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawabannya.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 21: Menggapai Ramai'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/10/elegi-menggapai-ramai.html


Setiap manusia dianugerahi keunikan yang berbeda. Ada yang menyukai keramaian, ada pula  yang tidak menyukai keramaian. Mereka yang menyukai keramaian akan mengatakan bahwa keramaian adalah anugrah, karena mereka dapat mendengarkan suara, pendapat, kritik, dan lain-lain. Mereka yang tidak menyukai keramaian akan mengatakan bahwa keramaian merusak konsentrasi dan sulit untuk mencapai titik fokus. Itulah anugrah unik yang diberikan Allah. Perbedaan. Dan melalui perbedaan itu kita menjadi kaya. Kaya akan ilmu pengetahuan, kaya akan pendapat, kaya akan budaya, dan lain-lain.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 20: Metafisika Filsafat'

http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/metafisika-filsafat.html

Kuliah dengan Pak Marsigit adalah sesuatu yang tidak terduga. Pada awalnya, saya merasa asing sekali dengan beliau. Kegiatan perkuliahannya penuh dengan refleksi.  Ternyata, melalui refleksi tulisan beliau, saya dapat berbagai macam ilmu. Melalui refleksi pula saya menjadi paham dengan pembelajaran seperti apa yang diharapkan Pak Marsigit. Intinya adalah Pak Marsigit membuka wawasan baru tentang matematika.

Jumat, 17 Mei 2013

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 19: Tak Mampu Memikirkan Kapan Datangnya Kiamat'

http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/elegi-tak-mampu-memikirkan-kapan.html


Allah menjanjikan tentang datangnya hari kiamat. Setiap muslim diwajibkan untuk mengimani datangnya hari akhir (rukun iman ke 5). Tidak ada satu orangpun yang tahu kapan datangnya hari kiamat. Datangnya hari kiamat adalah rahasia ilahi. Hanya Allah saja yang tahu. Kita hanya bisa mengimani bahwa kiamat pasti akan datang dengan berbagai tanda-tandanya. 

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 18: Menggapai Hati Yang Jernih'

http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/elegi-menggapai-hati-yang-jernih.html


Artikel ini begitu berarti bagi saya. Pencapaian hati yang jernih adalah suatu hal yang sangat sulit. Hati yang jernih adalah hati yang bersih dari segala macam kotoran dan penyakit. Kita harus bisa membersihkan hati kita sebersih-bersihnya agar kita mempunyai hati yang bersih. Hati yang bersih akan membawa kita pada perasaan yang tenang dalam berpikir dan berbuat.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 17 : Para Bagawat Berlomba Menjunjung Langit'

http://powermathematics.blogspot.com/2013/04/elegi-ritual-ikhlas-17-para-bagawat.html


Ilmu adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidup. Semakin banyak ilmu yang kita miliki semakin tinggi derajad kita. Bahkan Allah berjanji akan meninggikan derajad orang-orang yang berilmu. Dan ilmu yang kita miliki akan bermanfaat apabila kita amalkan dan tularkan pada orang lain. Sebuah hadist menyebutkan bahwa ‘sampaikanlah walau hanya satu ayat’. Ini menunjukkan betapa ilmu itu harus kita junjung tinggi. Menuntut ilmu hukumnya waajib bagi setiap laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, kita harus berlomba-lomba dalam menuntut ilmu.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 16: Menggapai Hamba Bersahaja'

http://powermathematics.blogspot.com/2013/04/elegi-ritual-ikhlas-16-menggapai-hamba.html


Artikel ini hendaknya bisa membuka pikiran dan hati kita sebagai insan yang beriman. Apabila kita benar-benar bermujahadah dan beristigfar kepada Allah dengan bertawakal kepada-Nya setelah kita berusaha sungguh-sungguh, maka kita akan mendapatkan manfaat dan Ridha Allah serta lindungan-Nya dari pengaruh nafsu negatif. Insyaallah, atas doa-doa yang kita panjatkan dan keridhaan-Nya, Allah SWT akan selalu meridhai setiap kita dengan segala ketetapan Nya. Apabila kita berzikir dengan ikhlas, maka itulah sebaik-baiknya orang dan Allah akan meninggikan derajadnya. Insyaallah, jika Allah SWT mengijinkannya, maka orang-orang seperti itu akan memperoleh kemuliaan dunia - akhirat. Tiada yang bisa menghalangi segala ketetapan Allah.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 15: Melawan Hawa Nafsu'

http://powermathematics.blogspot.com/2012/11/elegi-melawan-hawa-nafsu.html


Setiap manusia pasti memiliki nafsu. Nafsu merupakan suatu keingin yang kuat akan suatu hal. Nafsu ini bisa berarti positif dan negatif.  Nafsu positif harus selalu dipupuk, dibiasakan, dan dilestarikan. Nafsu positif akan membuat kita selalu optimis dan mau berusaha.
Orang yang paling kuat adalah orang yang mampu melawan hawa nafsunya. Dalam konteks ini, nafsu berarti negatif. Melawan nafsu negatif bukanlah hal yang mudah. Diperlukan niatan dan tekad yang kuat untuk bisa melaksanakannya. Mendekatkan diri adalah salah satu cara melawan hawa nafsu negatif.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 14: Perjuangan Dewi Umaya dan Muhammad Nurikhlas'

http://powermathematics.blogspot.com/2012/11/elegi-ritual-ikhlas-iii-perjuangan-dewi.html


Setiap insan manusia pasti memiliki kekurangan. Dan sebaik-baiknya mereka adalah yang ikhlas menerima kekurangan tersebut dan senantiasa memperbaikinya. Dalam hidup, perasaan ikhlas adalah sesuatu yang tidak bisa dipaksakan. Ikhlas adalah perasaan rela yang timbul dari dalam hati dan tidak bisa dipaksakan oleh siapapun. Jadi, ikhlas adalah perilaku kesadaran diri untuk selalu rela terhadap apa yang terjadi dan menentukan sikap yang harus diambil. 

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 13: Memandang Wajah Rasulullah'

http://powermathematics.blogspot.com/2013/04/elegi-ritual-ikhlas-iv-memandang-wajah.html


Bertemu dan melihat wajah Rasulullah adalah impian sekaligus keinginan setiap muslim. Keinginan ini begitu mulia. Oleh karena itu, diperlukan perjuangan yang luar biasa untuk mencapainya. Yang pertama adalah memaknai kalimat syahadat. Syahadatain sesungguhnya mempunyai konsekuensi yang harus ditaati umat muslim. Syahadatain memiliki tiga inti pokok, yaitu ikrar, sumpah, dan perjanjian. Ikrar yang dimaksudkan di sini adalah bersungguh-sungguh memperjuangkan ikrarnya atau pernyataannya. Perjanjian mencerminkan iman yang merupakan perbuatan meyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diwujudkan melalui amal perbuatan. Upaya yang mendukung adalah niat kita harus dilandasi oleh rasa ikhlas. Perbanyak mohon ampun, berdoa, dan berdzikir pada Allah. Perbanyak membaca Al-Quran dan perbanyak amal jariyah. Tak lupa pula perbanyak membaca shalawat nabi. Insya Allah impian kita sebagai muslim akan tercapai.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 12: Wasiat Muhammad Nurikhlas kepada Para Cantraka : Meretas Sejarah Peradaban Manusia'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-iii-wasiat-muhammad.html


Dunia dan seisinya selalu mengalami perkembangan. Begitu juga dengan manusia. Pada hakikatnya, manusia mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Tidak semua manusia dapat menerima perubahan dan berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Hanya orang-orang tertentu yang mampu mengolah pikirannya dan meluaskan hati untuk senantiasa dicerminkan dalam setiap perbuatan. Perkembangan yang idharapkan dalam era ini tidak hanya perkembangan kognitif, tetapi fisik dan perasaannya.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 11: Memahami makna Taubat dan bertobat Nasuhah'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-ii-memahami-makna.html


Manusia adalah tempatnya salah. Tak ada satu orang pun yang tidak punya kesalahan atau dosa. Dan sebaik-baiknya orang berdosa adalah mereka yang bertaubat. Taubat yang dianjurkan adalah taubat nasuha. Apa itu taubat nasuha? Taubat nasuha adalah taubat sesungguhnya. Taubat yang sungguh-sungguh sungguh karena ingin memperbaiki diri dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan atau dosa itu lagi. Semua itu harus didasari oleh rasa ikhlas. Ikhlas untuk bertaubat pada Allah. Taubat yang paling sederhana adalah dan paling mudah adalah dengan mengucapkan kalimat istighfar sebanyak-banyaknya. Insya Allah, Allah akan mengampuni dosa orang-orang yang bertaubat.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas I: Informasi awal'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-i-informasi-awal.html


Artikel ini memberikan pengetahuan yang luar biasa. Untuk menggapai ikhlas seseorang harus bisa berlaku ikhlas dalam hati. Ikhlas dimulai dengan menata ibadat, memaksimalkan Zikir, jangan tidak meninggalkan Salat wajib, memperbanyak Salat Sunat, dan membaca Kitab Suci. Mengurangi  tidur dan makan, terlebih lagi berpuasa. Berjihad memerangi hawa nafsu. Memberikan segala yang kita miliki dan yang kita cintai demi berjuang di jalan Allah, lupakan kesibukan duniawi untuk beribadah kepada Allah dan pelajari syariat-syariat atau tata cara beribadah yang benar, dan yang penting adalah berubudiyah atau beramal di jalan Allah. Segalanya adalah dengan niat karena Allah.

Kamis, 16 Mei 2013

Refleksi 'Elegi Ritual IKhlas 10: Bermunajat Kepada Allah SWT'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-iv-bermunajat.html


Subhanallah… Artikel ini sungguh bermanfaat bagi saya. Banyak hal yang memang sering terlupakan ketika kita berdoa pada Allah. Ikhlas, dengan segala kerendahan hati mohon ampun pada-Nya. Mensyukuri atas segala nikmat yang telah Allah berikan, bahkan nikmat tersebut terkadang malah terlupakan. Astaghfirullah…sudah sepantasnya kita mohon ampun… Sungguh tiada yang bisa mengampuni dosa selain Allah.

Selasa, 14 Mei 2013

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 9: Menggapai Keutamaan Dzikir'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-iii-menggapai.html


Dzikir adalah mengingat. Dalam hal ini adalah mengingat kepada Allah. Dengan berdzikir, manusia dapat introspeksi diri tentang segala hal. Melalui berdzikir pula manusia akan merasa tenang dan dekat dengan Allah. Mengingat tentang nikmat yang telah Allh berikan, bersyukur atas segala nikmat tersebut, dan mohon ampun atas segala dosa yang telah dilakukan. Apabila kita berdzikir dengan sungguh-sungguh, niscaya Allah akan mengabulkan apa yang menjadi permohonan kita.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 8: Tata Cara atau Adabnya Orang Berdoa'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-iii-tata-cara-atau.html


Doa adalah menghambakan diri kepada Allah. Berdoa berarti menyerahkan segenap jiwa dan raga untuk mengabdi kepada Allah. Manusia sering beranggapan bahwa berdoa hanya dilakukan ketika setelah sholat. Namun, perlu diketahui bahwa sholat itu sendiri merupakan doa kita kepada Allah. Berdoa tidak semata-mata hanya ketika kita menginginkan sesuatu, tetapi ketika kita bersyukur atas nikmat Allah, itu juga merupakan berdoa. Ucapan kita juga adalah doa. Apapun yang kita ucapkan, hendaklah yang baik-baik saja, karena malaikat di sekitar kita akan senantiasa meng-Amin-I apa yang kita ucapkan. Doa bukanlah hal main-main. Artinya, ketika berdoa hendaknya kita sungguh-sungguh menghambakan diri pada Allah,

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 7: Tanya jawab pertama perihal Hati yang Ikhlas'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-ii-tanya-jawab.html


            Dari artikel tersebut, banyak pelajaran yang dapat saya ambil. Diantaranya adalah bahwa perilaku ikhlas diawali dengan nawaitu yang benar, yakni ketaatan kepada Allah dan semata-mata mencari ridhanya. Dengan nawaitu atau niat yang demikian, Insya Allah, Allah akan menjauhkan kita dari godaan syaithan. Perlu diwaspadai bahwa ikhlas seseorang dapat terhalang oleh perilaku riya’. Riya’ merupakan perilaku dimana niat seseorang dalam melakukan perbuatan adalah karena ingin pujian atau hal lain. Meskipun ini sangat sederhana, tapi dapat merusak keikhlasan kita dalam beribadah.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-ii-cantraka-sakti.html


Banyak sekali ilmu yang saya dapat dari artikel ini. Salah satunya adalah meluruskan niat di awal. Segala yang kita lakukan hendaknya diniatkan untuk mencari ridha Allah. Bukan untuk yang lain. Berawal dari niat kita yang lurus, insya allah kita akan ikhlas dalam beramal dan tiadalah suatu yang berat dalam mencari ridha Allah.

Senin, 13 Mei 2013

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas'



banyak sekali ilmu yang saya dapat dari artikel ini. salah satunya adalah meluruskan niat di awal. segala yang kita lakukan hendaknya diniatkan untuk mencari ridha Allah. bukan untuk yang lain. berawal dari niat kita yang lurus, insya Allah kita akan ikhlas dalam beramal dan tiadalah suatu yang berat dalam mencari ridha Allah.

Selasa, 07 Mei 2013

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 5: Cantraka Hitam Menguji Ilmu Hitamnya'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-ii-cantraka-hitam.html

Manusia memanglah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna karena diberi karunia akal. Sehebat dan sepandai apapun manusia, tidak akan pernah bisa dia menyamai kesempurnaan Allah. Memuja selain Allah merupakan salah satu wujud syirik. Syirik berarti mengingkari kesempurnaan dan kekuasaan Allah. syirik adalah dosa besar. Taubatan Nasuha lah yang mampu mengurangi dosa ini. Dan hanya Allahlah yang dapat mengampuni dosa makhluknya.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 4: Cantraka Sakti belum Ikhlas'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-i-cantraka-sakti.html

Ilmu adalah mutiara kehidupan. Orang berilmu diibaratkan sebagai padi. semakin ia berisi maka akan semakin merunduk. begitu juga dengan manusia. sebagai manusia yang dianugerahi akal dan pikiran hendaknya mampu meniru sifat padi. meskipun berilmu tinggi tetapi tetap rendah hati dan tidak sombong. namun, tak jarang manusia terlena dan melupakan hal-hal yang dapat merusak amalnya. riya', adalah salah satu dari sekian penyakit yang menggerogoti amal. dalam beramal, kita juga harus senantiasa dilandasi rasa ikhlas. 

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 3: Persiapan Teknis 2'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-iii-persiapan-teknis.html

apapun bentuk kita, bagaimanapun keadaan kita, seberapa kaya, seberapa ganteng ataupun cantik, tidaklah ada pengaruhnya di hadapan Allah, Tuhan yang Maha Esa. Di hadapan Allah, semua manusia mempunyai kedudukan yang sama. yang membedakan adalah ketaqwaannya. dalam hal ini terkait juga dengan keikhlasan. apapun yang dilakukan manusia apabila tidak dilandasi keikhlasan tidaklah ada gunanya. dalam hidup ini, manusia diibaratkan sedang 'mampir ngombe' setelah menempuh perjalanan jauh dan perjalanan itu akan berlanjut. sebelum seseorang habis masa hidupnya, dia harus mencari bekal sebanyak-banyaknya. bekal itu adalah amal, yang akan mendampinginya dalam perjalanan selanjutnya.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 2: Persiapan Teknis 1'


http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-i-persiapan-teknis.html

Ibadah yang kita lakukan adalah semata-mata karena mencari ridha Allah. Ibadah yang dilakukan juga harus sesuai dengan rukun dan ketentuannya. Allah sebagai Al Kholik, yang menciptakan seluruh alam semesta dan isinya, adalah zat yang paling sempurna. segala sesuatu bersujud pada-Nya. manusia sebagai makhluk ciptaan Allah, senantiasa berdoa dan bersujud padanya. segala ilmu yang kita miliki tiada guna bila tidak diamalkan, dan segala amal yang kita lakukan tiada guna bila tanpa dilandasi keikhlasan.

Minggu, 05 Mei 2013

Refleksi Sekolah Bertaraf Internasional’

http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/sekolah-bertaraf-internasional-sebuah.html


Artikel ‘Sekolah Bertaraf Internasional’ menjelaskan proses yang harus dilalui oleh sebuah sekolah menjadi sekolah SBI. Sekolah harus memenuhi ‘syarat’ dan ‘rukun’ yang telah ditentukan. Selain itu, perlu adanya meluruskan tujuan adanya SBI. SBI bukan hanya sebatas apa yang beredar di masyarakat yang kebanyakan hanya mementingkan ‘lebel’ nya.

SBI ditujukan untuk menjawab tuntutan zaman. Globalisasi menuntut masyarakat agar siap menghadapi tantangan dan persaingan internasional. Namun, segalanya kembali kepada pelaksana dan masyarakat. Bila memang semua elemen menganggap SBI hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu, maka semua kembali pada masyarakat itu sendiri. Sesungguhnya, setiap kebijakan yang diputuskan akan ada konsekuensi yang menyertainya. Semoga bermanfaat.


Refleksi ‘Mathematics and Language 3’

http://powermathematics.blogspot.com/2013/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html


Artikel ‘Mathematics and Language 3’ membuka pikiran kita bahwa sekarang bukanlah zamannya pembelajaran tradisional. Kita semua tahu apa dan bagaimana pembelajaran tradisional itu. Zaman sekarang, pendidikan dituntut untuk mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik. Jadi, cara modern sudah tidak sesuai dan tidak mampu menjawab tuntutan zaman.

Untuk memenuhi tuntutan zaman, seorang guru harus memiliki dua hal pokok, yaitu Accountability dan Sustainability. Keduanya sangat berhubungan erat dan tidah bisa dipisahkan. Accountability merupakan keadaan dimana seseorang dapat dipercaya, dalam hal ini adalah dipercaya untuk membagi ilmunya pada peserta didik. Accountability menimbulkan Sustainability, yaitu suatu kepercayaan yang dapat dijaga secara terus-menerus. Hal inilah yang belum ada dalam pendidikan kita. Guru atau pendidik hanyalah sebagai lebel dalam pekerjaan. Sedangkan kualitasnya tergantung kepentingan. Artinya, apabila guru mempunyai suatu kepentingan (naik jabatan) maka  proses belajar akan dibuat sebaik mungkin. Tapi, itu tidak akan bertahan lama. Semua itu karena mereka masih beranggapan bahwa profesi sebagai pendidik bukanlah sebuah hobi, tapi sebuah kepentingan. Semoga bermanfaat.


Refleksi ‘Mathematics and Language 3’

http://powermathematics.blogspot.com/2013/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html


Artikel ‘Mathematics and Language 3’ membuka pikiran kita bahwa sekarang bukanlah zamannya pembelajaran tradisional. Kita semua tahu apa dan bagaimana pembelajaran tradisional itu. Zaman sekarang, pendidikan dituntut untuk mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik. Jadi, cara modern sudah tidak sesuai dan tidak mampu menjawab tuntutan zaman.

Untuk memenuhi tuntutan zaman, seorang guru harus memiliki dua hal pokok, yaitu Accountability dan Sustainability. Keduanya sangat berhubungan erat dan tidah bisa dipisahkan. Accountability merupakan keadaan dimana seseorang dapat dipercaya, dalam hal ini adalah dipercaya untuk membagi ilmunya pada peserta didik. Accountability menimbulkan Sustainability, yaitu suatu kepercayaan yang dapat dijaga secara terus-menerus. Hal inilah yang belum ada dalam pendidikan kita. Guru atau pendidik hanyalah sebagai lebel dalam pekerjaan. Sedangkan kualitasnya tergantung kepentingan. Artinya, apabila guru mempunyai suatu kepentingan (naik jabatan) maka  proses belajar akan dibuat sebaik mungkin. Tapi, itu tidak akan bertahan lama. Semua itu karena mereka masih beranggapan bahwa profesi sebagai pendidik bukanlah sebuah hobi, tapi sebuah kepentingan. Semoga bermanfaat.


Refleksi ‘Mathematics and Language 3’

http://powermathematics.blogspot.com/2013/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html


Artikel ‘Mathematics and Language 3’ membuka pikiran kita bahwa sekarang bukanlah zamannya pembelajaran tradisional. Kita semua tahu apa dan bagaimana pembelajaran tradisional itu. Zaman sekarang, pendidikan dituntut untuk mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik. Jadi, cara modern sudah tidak sesuai dan tidak mampu menjawab tuntutan zaman.

Untuk memenuhi tuntutan zaman, seorang guru harus memiliki dua hal pokok, yaitu Accountability dan Sustainability. Keduanya sangat berhubungan erat dan tidah bisa dipisahkan. Accountability merupakan keadaan dimana seseorang dapat dipercaya, dalam hal ini adalah dipercaya untuk membagi ilmunya pada peserta didik. Accountability menimbulkan Sustainability, yaitu suatu kepercayaan yang dapat dijaga secara terus-menerus. Hal inilah yang belum ada dalam pendidikan kita. Guru atau pendidik hanyalah sebagai lebel dalam pekerjaan. Sedangkan kualitasnya tergantung kepentingan. Artinya, apabila guru mempunyai suatu kepentingan (naik jabatan) maka  proses belajar akan dibuat sebaik mungkin. Tapi, itu tidak akan bertahan lama. Semua itu karena mereka masih beranggapan bahwa profesi sebagai pendidik bukanlah sebuah hobi, tapi sebuah kepentingan. Semoga bermanfaat.


Refleksi ‘Mathematics and Language 3’

http://powermathematics.blogspot.com/2013/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html


Artikel ‘Mathematics and Language 3’ membuka pikiran kita bahwa sekarang bukanlah zamannya pembelajaran tradisional. Kita semua tahu apa dan bagaimana pembelajaran tradisional itu. Zaman sekarang, pendidikan dituntut untuk mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik. Jadi, cara modern sudah tidak sesuai dan tidak mampu menjawab tuntutan zaman.

Untuk memenuhi tuntutan zaman, seorang guru harus memiliki dua hal pokok, yaitu Accountability dan Sustainability. Keduanya sangat berhubungan erat dan tidah bisa dipisahkan. Accountability merupakan keadaan dimana seseorang dapat dipercaya, dalam hal ini adalah dipercaya untuk membagi ilmunya pada peserta didik. Accountability menimbulkan Sustainability, yaitu suatu kepercayaan yang dapat dijaga secara terus-menerus. Hal inilah yang belum ada dalam pendidikan kita. Guru atau pendidik hanyalah sebagai lebel dalam pekerjaan. Sedangkan kualitasnya tergantung kepentingan. Artinya, apabila guru mempunyai suatu kepentingan (naik jabatan) maka  proses belajar akan dibuat sebaik mungkin. Tapi, itu tidak akan bertahan lama. Semua itu karena mereka masih beranggapan bahwa profesi sebagai pendidik bukanlah sebuah hobi, tapi sebuah kepentingan. Semoga bermanfaat.


Refleksi Elegi Menggapai "Axiology of Mathematics"

http://powermathematics.blogspot.com/2013/04/elegimenggapai-axiology-of-mathematics.html


Yang dapat saya tuliskan di refleksi ini menurut artikel Elegi Menggapai "Axiology of Mathematics" adalah pengertian Aksiologi. Menurut pemahaman saya, Aksiologi merupakan nilai-nilai atau ukuran-ukuran yang digunakan sebagai patokan atau pedoman dalam mengembangkan ilmu. Aksiologi dalam Filsafat nilai, menjelaskan baik-buruk dan  benar-salah sesuatu dilihat dari perspektif nilai. Ada beberapa poin yang termasuk anggota Aksiologi matematika, yaitu: etika yang membahas aspek kebenaran, tanggungjawab dan peran matematika dalam kehidupan, dan estetika yang membahas mengenai keindahan matematika dan implikasinya pada kehidupan yang bisa mempengaruhi aspek-aspek lain terutama seni dan budaya dalam kehidupan. Jadi, jika ditinjau dari aspek aksiologi, matematika seperti ilmu-ilmu yang lain, yang sangat banyak memberikan kontribusi perubahan bagi kehidupan manusia. Segala ilmu dan kehidupan di dunia ini tidak bisa lepas dari pengaruh matematika. Dalam kehidupan sehari-hari pun pasti ada kegiatan matematika. Semoga bermanfaat.

Refleksi ‘Elegi Ritual Ikhlas’


Artikel ‘Elegi Ritual Ikhlas’ mengajarkan kita untuk selalu ikhlas dalam segala perbuatan. Dalam hal ini, ikhlas diartikan sebagai perbuatan tanpa mengharap imbalan. Perilaku ikhlas mengajarkan kita untuk selalu tulus dalam memberikan bantuan. Begitu juga dengan mendidik. Mendidik anak haruslah dengan penuh rasa ikhlas. Bukan semata-mata karena gaji ataupun tuntutan profesi.sebaiknya segera kita benahi niat kita, bahwa mengajar atau mendidik bukan karena sebuah keterpaksaan.