http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/sekolah-bertaraf-internasional-sebuah.html
Artikel ‘Sekolah Bertaraf Internasional’ menjelaskan proses yang harus dilalui
oleh sebuah sekolah menjadi sekolah SBI. Sekolah harus memenuhi ‘syarat’ dan
‘rukun’ yang telah ditentukan. Selain itu, perlu adanya meluruskan tujuan
adanya SBI. SBI bukan hanya sebatas apa yang beredar di masyarakat yang
kebanyakan hanya mementingkan ‘lebel’ nya.
SBI ditujukan untuk menjawab tuntutan zaman. Globalisasi
menuntut masyarakat agar siap menghadapi tantangan dan persaingan
internasional. Namun, segalanya kembali kepada pelaksana dan masyarakat. Bila
memang semua elemen menganggap SBI hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu,
maka semua kembali pada masyarakat itu sendiri. Sesungguhnya, setiap kebijakan
yang diputuskan akan ada konsekuensi yang menyertainya. Semoga bermanfaat.
Assalamu'alaikum...terima kasih teman sudah berkenan berkunjung ke blog sederhana ini. Semoga bermanfaat :) Wassalamu'alaikum...
SM3T 2016
Pulau Kelapa, Bima, NTB
Minggu, 05 Mei 2013
Refleksi ‘Mathematics and Language 3’
http://powermathematics.blogspot.com/2013/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
Artikel ‘Mathematics
and Language 3’ membuka pikiran kita bahwa
sekarang bukanlah zamannya pembelajaran tradisional. Kita semua tahu apa dan
bagaimana pembelajaran tradisional itu. Zaman sekarang, pendidikan dituntut
untuk mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik. Jadi, cara modern sudah
tidak sesuai dan tidak mampu menjawab tuntutan zaman.
Untuk memenuhi
tuntutan zaman, seorang guru harus memiliki dua hal pokok, yaitu Accountability
dan Sustainability. Keduanya sangat berhubungan erat dan tidah bisa
dipisahkan. Accountability merupakan keadaan dimana seseorang dapat dipercaya,
dalam hal ini adalah dipercaya untuk membagi ilmunya pada peserta didik.
Accountability menimbulkan Sustainability, yaitu suatu kepercayaan yang dapat
dijaga secara terus-menerus. Hal inilah yang belum ada dalam pendidikan kita.
Guru atau pendidik hanyalah sebagai lebel dalam pekerjaan. Sedangkan
kualitasnya tergantung kepentingan. Artinya, apabila guru mempunyai suatu
kepentingan (naik jabatan) maka proses
belajar akan dibuat sebaik mungkin. Tapi, itu tidak akan bertahan lama. Semua
itu karena mereka masih beranggapan bahwa profesi sebagai pendidik bukanlah
sebuah hobi, tapi sebuah kepentingan. Semoga bermanfaat.
Artikel ‘Mathematics
and Language 3’ membuka pikiran kita bahwa
sekarang bukanlah zamannya pembelajaran tradisional. Kita semua tahu apa dan
bagaimana pembelajaran tradisional itu. Zaman sekarang, pendidikan dituntut
untuk mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik. Jadi, cara modern sudah
tidak sesuai dan tidak mampu menjawab tuntutan zaman.
Untuk memenuhi
tuntutan zaman, seorang guru harus memiliki dua hal pokok, yaitu Accountability
dan Sustainability. Keduanya sangat berhubungan erat dan tidah bisa
dipisahkan. Accountability merupakan keadaan dimana seseorang dapat dipercaya,
dalam hal ini adalah dipercaya untuk membagi ilmunya pada peserta didik.
Accountability menimbulkan Sustainability, yaitu suatu kepercayaan yang dapat
dijaga secara terus-menerus. Hal inilah yang belum ada dalam pendidikan kita.
Guru atau pendidik hanyalah sebagai lebel dalam pekerjaan. Sedangkan
kualitasnya tergantung kepentingan. Artinya, apabila guru mempunyai suatu
kepentingan (naik jabatan) maka proses
belajar akan dibuat sebaik mungkin. Tapi, itu tidak akan bertahan lama. Semua
itu karena mereka masih beranggapan bahwa profesi sebagai pendidik bukanlah
sebuah hobi, tapi sebuah kepentingan. Semoga bermanfaat.
Refleksi ‘Mathematics and Language 3’
http://powermathematics.blogspot.com/2013/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
Artikel ‘Mathematics
and Language 3’ membuka pikiran kita bahwa
sekarang bukanlah zamannya pembelajaran tradisional. Kita semua tahu apa dan
bagaimana pembelajaran tradisional itu. Zaman sekarang, pendidikan dituntut
untuk mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik. Jadi, cara modern sudah
tidak sesuai dan tidak mampu menjawab tuntutan zaman.
Untuk memenuhi
tuntutan zaman, seorang guru harus memiliki dua hal pokok, yaitu Accountability
dan Sustainability. Keduanya sangat berhubungan erat dan tidah bisa
dipisahkan. Accountability merupakan keadaan dimana seseorang dapat dipercaya,
dalam hal ini adalah dipercaya untuk membagi ilmunya pada peserta didik.
Accountability menimbulkan Sustainability, yaitu suatu kepercayaan yang dapat
dijaga secara terus-menerus. Hal inilah yang belum ada dalam pendidikan kita.
Guru atau pendidik hanyalah sebagai lebel dalam pekerjaan. Sedangkan
kualitasnya tergantung kepentingan. Artinya, apabila guru mempunyai suatu
kepentingan (naik jabatan) maka proses
belajar akan dibuat sebaik mungkin. Tapi, itu tidak akan bertahan lama. Semua
itu karena mereka masih beranggapan bahwa profesi sebagai pendidik bukanlah
sebuah hobi, tapi sebuah kepentingan. Semoga bermanfaat.
Artikel ‘Mathematics
and Language 3’ membuka pikiran kita bahwa
sekarang bukanlah zamannya pembelajaran tradisional. Kita semua tahu apa dan
bagaimana pembelajaran tradisional itu. Zaman sekarang, pendidikan dituntut
untuk mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik. Jadi, cara modern sudah
tidak sesuai dan tidak mampu menjawab tuntutan zaman.
Untuk memenuhi
tuntutan zaman, seorang guru harus memiliki dua hal pokok, yaitu Accountability
dan Sustainability. Keduanya sangat berhubungan erat dan tidah bisa
dipisahkan. Accountability merupakan keadaan dimana seseorang dapat dipercaya,
dalam hal ini adalah dipercaya untuk membagi ilmunya pada peserta didik.
Accountability menimbulkan Sustainability, yaitu suatu kepercayaan yang dapat
dijaga secara terus-menerus. Hal inilah yang belum ada dalam pendidikan kita.
Guru atau pendidik hanyalah sebagai lebel dalam pekerjaan. Sedangkan
kualitasnya tergantung kepentingan. Artinya, apabila guru mempunyai suatu
kepentingan (naik jabatan) maka proses
belajar akan dibuat sebaik mungkin. Tapi, itu tidak akan bertahan lama. Semua
itu karena mereka masih beranggapan bahwa profesi sebagai pendidik bukanlah
sebuah hobi, tapi sebuah kepentingan. Semoga bermanfaat.
Refleksi ‘Mathematics and Language 3’
http://powermathematics.blogspot.com/2013/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
Artikel ‘Mathematics
and Language 3’ membuka pikiran kita bahwa
sekarang bukanlah zamannya pembelajaran tradisional. Kita semua tahu apa dan
bagaimana pembelajaran tradisional itu. Zaman sekarang, pendidikan dituntut
untuk mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik. Jadi, cara modern sudah
tidak sesuai dan tidak mampu menjawab tuntutan zaman.
Untuk memenuhi
tuntutan zaman, seorang guru harus memiliki dua hal pokok, yaitu Accountability
dan Sustainability. Keduanya sangat berhubungan erat dan tidah bisa
dipisahkan. Accountability merupakan keadaan dimana seseorang dapat dipercaya,
dalam hal ini adalah dipercaya untuk membagi ilmunya pada peserta didik.
Accountability menimbulkan Sustainability, yaitu suatu kepercayaan yang dapat
dijaga secara terus-menerus. Hal inilah yang belum ada dalam pendidikan kita.
Guru atau pendidik hanyalah sebagai lebel dalam pekerjaan. Sedangkan
kualitasnya tergantung kepentingan. Artinya, apabila guru mempunyai suatu
kepentingan (naik jabatan) maka proses
belajar akan dibuat sebaik mungkin. Tapi, itu tidak akan bertahan lama. Semua
itu karena mereka masih beranggapan bahwa profesi sebagai pendidik bukanlah
sebuah hobi, tapi sebuah kepentingan. Semoga bermanfaat.
Artikel ‘Mathematics
and Language 3’ membuka pikiran kita bahwa
sekarang bukanlah zamannya pembelajaran tradisional. Kita semua tahu apa dan
bagaimana pembelajaran tradisional itu. Zaman sekarang, pendidikan dituntut
untuk mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik. Jadi, cara modern sudah
tidak sesuai dan tidak mampu menjawab tuntutan zaman.
Untuk memenuhi
tuntutan zaman, seorang guru harus memiliki dua hal pokok, yaitu Accountability
dan Sustainability. Keduanya sangat berhubungan erat dan tidah bisa
dipisahkan. Accountability merupakan keadaan dimana seseorang dapat dipercaya,
dalam hal ini adalah dipercaya untuk membagi ilmunya pada peserta didik.
Accountability menimbulkan Sustainability, yaitu suatu kepercayaan yang dapat
dijaga secara terus-menerus. Hal inilah yang belum ada dalam pendidikan kita.
Guru atau pendidik hanyalah sebagai lebel dalam pekerjaan. Sedangkan
kualitasnya tergantung kepentingan. Artinya, apabila guru mempunyai suatu
kepentingan (naik jabatan) maka proses
belajar akan dibuat sebaik mungkin. Tapi, itu tidak akan bertahan lama. Semua
itu karena mereka masih beranggapan bahwa profesi sebagai pendidik bukanlah
sebuah hobi, tapi sebuah kepentingan. Semoga bermanfaat.
Refleksi ‘Mathematics and Language 3’
http://powermathematics.blogspot.com/2013/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
Artikel ‘Mathematics
and Language 3’ membuka pikiran kita bahwa
sekarang bukanlah zamannya pembelajaran tradisional. Kita semua tahu apa dan
bagaimana pembelajaran tradisional itu. Zaman sekarang, pendidikan dituntut
untuk mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik. Jadi, cara modern sudah
tidak sesuai dan tidak mampu menjawab tuntutan zaman.
Untuk memenuhi
tuntutan zaman, seorang guru harus memiliki dua hal pokok, yaitu Accountability
dan Sustainability. Keduanya sangat berhubungan erat dan tidah bisa
dipisahkan. Accountability merupakan keadaan dimana seseorang dapat dipercaya,
dalam hal ini adalah dipercaya untuk membagi ilmunya pada peserta didik.
Accountability menimbulkan Sustainability, yaitu suatu kepercayaan yang dapat
dijaga secara terus-menerus. Hal inilah yang belum ada dalam pendidikan kita.
Guru atau pendidik hanyalah sebagai lebel dalam pekerjaan. Sedangkan
kualitasnya tergantung kepentingan. Artinya, apabila guru mempunyai suatu
kepentingan (naik jabatan) maka proses
belajar akan dibuat sebaik mungkin. Tapi, itu tidak akan bertahan lama. Semua
itu karena mereka masih beranggapan bahwa profesi sebagai pendidik bukanlah
sebuah hobi, tapi sebuah kepentingan. Semoga bermanfaat.
Artikel ‘Mathematics
and Language 3’ membuka pikiran kita bahwa
sekarang bukanlah zamannya pembelajaran tradisional. Kita semua tahu apa dan
bagaimana pembelajaran tradisional itu. Zaman sekarang, pendidikan dituntut
untuk mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik. Jadi, cara modern sudah
tidak sesuai dan tidak mampu menjawab tuntutan zaman.
Untuk memenuhi
tuntutan zaman, seorang guru harus memiliki dua hal pokok, yaitu Accountability
dan Sustainability. Keduanya sangat berhubungan erat dan tidah bisa
dipisahkan. Accountability merupakan keadaan dimana seseorang dapat dipercaya,
dalam hal ini adalah dipercaya untuk membagi ilmunya pada peserta didik.
Accountability menimbulkan Sustainability, yaitu suatu kepercayaan yang dapat
dijaga secara terus-menerus. Hal inilah yang belum ada dalam pendidikan kita.
Guru atau pendidik hanyalah sebagai lebel dalam pekerjaan. Sedangkan
kualitasnya tergantung kepentingan. Artinya, apabila guru mempunyai suatu
kepentingan (naik jabatan) maka proses
belajar akan dibuat sebaik mungkin. Tapi, itu tidak akan bertahan lama. Semua
itu karena mereka masih beranggapan bahwa profesi sebagai pendidik bukanlah
sebuah hobi, tapi sebuah kepentingan. Semoga bermanfaat.
Refleksi Elegi Menggapai "Axiology of Mathematics"
http://powermathematics.blogspot.com/2013/04/elegimenggapai-axiology-of-mathematics.html
Yang dapat saya tuliskan di refleksi ini menurut artikel Elegi Menggapai "Axiology of Mathematics" adalah pengertian Aksiologi.
Menurut pemahaman saya, Aksiologi merupakan
nilai-nilai atau ukuran-ukuran yang digunakan sebagai patokan atau pedoman
dalam mengembangkan ilmu. Aksiologi dalam Filsafat nilai, menjelaskan
baik-buruk dan benar-salah sesuatu
dilihat dari perspektif nilai. Ada beberapa poin yang termasuk anggota
Aksiologi matematika, yaitu: etika yang membahas aspek kebenaran, tanggungjawab
dan peran matematika dalam kehidupan, dan estetika yang membahas mengenai
keindahan matematika dan implikasinya pada kehidupan yang bisa mempengaruhi
aspek-aspek lain terutama seni dan budaya dalam kehidupan. Jadi, jika ditinjau
dari aspek aksiologi, matematika seperti ilmu-ilmu yang lain, yang sangat
banyak memberikan kontribusi perubahan bagi kehidupan manusia. Segala ilmu dan
kehidupan di dunia ini tidak bisa lepas dari pengaruh matematika. Dalam
kehidupan sehari-hari pun pasti ada kegiatan matematika. Semoga bermanfaat.
Yang dapat saya tuliskan di refleksi ini menurut artikel Elegi Menggapai "Axiology of Mathematics" adalah pengertian Aksiologi.
Menurut pemahaman saya, Aksiologi merupakan
nilai-nilai atau ukuran-ukuran yang digunakan sebagai patokan atau pedoman
dalam mengembangkan ilmu. Aksiologi dalam Filsafat nilai, menjelaskan
baik-buruk dan benar-salah sesuatu
dilihat dari perspektif nilai. Ada beberapa poin yang termasuk anggota
Aksiologi matematika, yaitu: etika yang membahas aspek kebenaran, tanggungjawab
dan peran matematika dalam kehidupan, dan estetika yang membahas mengenai
keindahan matematika dan implikasinya pada kehidupan yang bisa mempengaruhi
aspek-aspek lain terutama seni dan budaya dalam kehidupan. Jadi, jika ditinjau
dari aspek aksiologi, matematika seperti ilmu-ilmu yang lain, yang sangat
banyak memberikan kontribusi perubahan bagi kehidupan manusia. Segala ilmu dan
kehidupan di dunia ini tidak bisa lepas dari pengaruh matematika. Dalam
kehidupan sehari-hari pun pasti ada kegiatan matematika. Semoga bermanfaat.
Refleksi ‘Elegi Ritual Ikhlas’
Artikel ‘Elegi Ritual Ikhlas’ mengajarkan kita untuk selalu ikhlas dalam segala perbuatan. Dalam hal ini, ikhlas diartikan sebagai perbuatan tanpa mengharap imbalan. Perilaku ikhlas mengajarkan kita untuk selalu tulus dalam memberikan bantuan. Begitu juga dengan mendidik. Mendidik anak haruslah dengan penuh rasa ikhlas. Bukan semata-mata karena gaji ataupun tuntutan profesi.sebaiknya segera kita benahi niat kita, bahwa mengajar atau mendidik bukan karena sebuah keterpaksaan.
Langganan:
Postingan (Atom)