SM3T 2016

SM3T 2016
Pulau Kelapa, Bima, NTB

Selasa, 14 Mei 2013

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 7: Tanya jawab pertama perihal Hati yang Ikhlas'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-ii-tanya-jawab.html


            Dari artikel tersebut, banyak pelajaran yang dapat saya ambil. Diantaranya adalah bahwa perilaku ikhlas diawali dengan nawaitu yang benar, yakni ketaatan kepada Allah dan semata-mata mencari ridhanya. Dengan nawaitu atau niat yang demikian, Insya Allah, Allah akan menjauhkan kita dari godaan syaithan. Perlu diwaspadai bahwa ikhlas seseorang dapat terhalang oleh perilaku riya’. Riya’ merupakan perilaku dimana niat seseorang dalam melakukan perbuatan adalah karena ingin pujian atau hal lain. Meskipun ini sangat sederhana, tapi dapat merusak keikhlasan kita dalam beribadah.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-ii-cantraka-sakti.html


Banyak sekali ilmu yang saya dapat dari artikel ini. Salah satunya adalah meluruskan niat di awal. Segala yang kita lakukan hendaknya diniatkan untuk mencari ridha Allah. Bukan untuk yang lain. Berawal dari niat kita yang lurus, insya allah kita akan ikhlas dalam beramal dan tiadalah suatu yang berat dalam mencari ridha Allah.

Senin, 13 Mei 2013

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas'



banyak sekali ilmu yang saya dapat dari artikel ini. salah satunya adalah meluruskan niat di awal. segala yang kita lakukan hendaknya diniatkan untuk mencari ridha Allah. bukan untuk yang lain. berawal dari niat kita yang lurus, insya Allah kita akan ikhlas dalam beramal dan tiadalah suatu yang berat dalam mencari ridha Allah.

Selasa, 07 Mei 2013

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 5: Cantraka Hitam Menguji Ilmu Hitamnya'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-ii-cantraka-hitam.html

Manusia memanglah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna karena diberi karunia akal. Sehebat dan sepandai apapun manusia, tidak akan pernah bisa dia menyamai kesempurnaan Allah. Memuja selain Allah merupakan salah satu wujud syirik. Syirik berarti mengingkari kesempurnaan dan kekuasaan Allah. syirik adalah dosa besar. Taubatan Nasuha lah yang mampu mengurangi dosa ini. Dan hanya Allahlah yang dapat mengampuni dosa makhluknya.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 4: Cantraka Sakti belum Ikhlas'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-i-cantraka-sakti.html

Ilmu adalah mutiara kehidupan. Orang berilmu diibaratkan sebagai padi. semakin ia berisi maka akan semakin merunduk. begitu juga dengan manusia. sebagai manusia yang dianugerahi akal dan pikiran hendaknya mampu meniru sifat padi. meskipun berilmu tinggi tetapi tetap rendah hati dan tidak sombong. namun, tak jarang manusia terlena dan melupakan hal-hal yang dapat merusak amalnya. riya', adalah salah satu dari sekian penyakit yang menggerogoti amal. dalam beramal, kita juga harus senantiasa dilandasi rasa ikhlas. 

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 3: Persiapan Teknis 2'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-iii-persiapan-teknis.html

apapun bentuk kita, bagaimanapun keadaan kita, seberapa kaya, seberapa ganteng ataupun cantik, tidaklah ada pengaruhnya di hadapan Allah, Tuhan yang Maha Esa. Di hadapan Allah, semua manusia mempunyai kedudukan yang sama. yang membedakan adalah ketaqwaannya. dalam hal ini terkait juga dengan keikhlasan. apapun yang dilakukan manusia apabila tidak dilandasi keikhlasan tidaklah ada gunanya. dalam hidup ini, manusia diibaratkan sedang 'mampir ngombe' setelah menempuh perjalanan jauh dan perjalanan itu akan berlanjut. sebelum seseorang habis masa hidupnya, dia harus mencari bekal sebanyak-banyaknya. bekal itu adalah amal, yang akan mendampinginya dalam perjalanan selanjutnya.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 2: Persiapan Teknis 1'


http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-i-persiapan-teknis.html

Ibadah yang kita lakukan adalah semata-mata karena mencari ridha Allah. Ibadah yang dilakukan juga harus sesuai dengan rukun dan ketentuannya. Allah sebagai Al Kholik, yang menciptakan seluruh alam semesta dan isinya, adalah zat yang paling sempurna. segala sesuatu bersujud pada-Nya. manusia sebagai makhluk ciptaan Allah, senantiasa berdoa dan bersujud padanya. segala ilmu yang kita miliki tiada guna bila tidak diamalkan, dan segala amal yang kita lakukan tiada guna bila tanpa dilandasi keikhlasan.