SM3T 2016

SM3T 2016
Pulau Kelapa, Bima, NTB

Selasa, 21 Mei 2013

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 32: Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/10/elegi-bagawat-selatan-mengaji.html


Allah adalah dzat sempurna dengan segala sifat-sifat-Nya. Meskipun manusia tidak bisa melihat Allah, tetapi sebagai manusia yang beriman, kita harus mempercayai dan mengimani bahwa Allah itu ada. Salah satu sifat Allah adalah wujud atau ada. Allah itu ada dan melihat segala yang manusia perbuat. 

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 31: Menggapai Kedamaian'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/03/elegi-seorang-hamba-menggapai-kedamaian.html

Menggapai kedamaian yang dianjurkan adalah kedamaian dunia akhirat. Kedamaian yang dilandasi keimanan dan keikhlasan. Kedamaian akan datang pada diri manusia ketika ia telah menyerahkan segala urusan dan tunduk pada segala ketentuan Allah. Dalam rangka menggapai kedamaian ini diperlukan upaya totalitas. Tidak hanya sebagian saja. Bukan suatu hal yang tidak mungkin bahwa dalam rangka berusaha menggapai kedamaian ini akan ada banyak halangan. Halangan terberat adalah nafsu, nafsu di kepala, di dada, dan di perut. Perbanyak dzikir insya Allah akan mendekatkan diri kita pada yang kuasa dan meringankan usaha kita.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 30: Tasyakuran Ketiga (Proyek Syurga)'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ketiga.html


Ritual kali ini intinya adalah memperbanyak amal. Dalam rangka menggapai surga dibutuhkan amal yang ikhlas. Dalam menjalankan ibadah, pelaksanaannya tidak harus banyak, yang terpenting adalah dilakukan secara terus-menerus. Minimal amal yang dilakukan hari ini sama dengan hari kemarin. Dan semua amal dilandaskan pada keikhlasan.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 29: Tasyakuran Ke Dua (Proyek Syurga)'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ke-dua.html


Mari kita lanjutkan proyek kita. Proyek menggapai surga yang ke dua ini berisi usaha-usaha yang harus dilakukan. Salah satunya adalah dengan menjauhi perilaku marah. ‘janganlah kamu mudah marah, maka bagimu surga’… ini tentunya menjadi pegangan bagi siapa saja yang menginginkan surga.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 28: Tasyakuran Ke Satu (Proyek Syurga)'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ke-satu.html


Alhamdulillah, proyek surga adalah proyek untuk mencapai kebahagiaan abadi. Proyek yang tidak mudah karena banyak sekali hambatan-hambatan yang harus dihadapi. Untuk itu, sangat penting untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan berzdikir, berdzikir, dan berdzikir.

Refleksi 'Elegi Ritual ikhlas 27: Silaturakhim Para Ikhlas'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-silaturakhim-para-ikhlas.html


Allah adalah dzat yang paling sempurna. Maha pengasih, penyayang, adil, dan semua sifat-sifat baik lainnya. Allah adalah maha di atas segala maha. Allah memberikan rizki, nikmat, dan rahmat kepada makhluknya tanpa kecuali. Tugas manusia sebagai makhluk Allah adalah bersyukur atas segala ketentuan yang telah Allah berikan. Semua yang diberikan Allah adalah amanah. Bagaimana manusia memanfaatkan dan menjalankan amanah yang Allah berikan akan dimintai pertanggungjawabannya. Setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban dari semua perbuatannya tanpa kecuali. Amal akan ditimbang seadil-adilnya. Di sinilah, kedudukan manusia sebagai makhluk Allah akan sederajad dengan manusia yang lain.

Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 26: Perlombaan Menjunjung Langit'

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-perlombaan-menjunjung-langit.html


Ilmu yang ada di muka bumi ini sangatlah banyak. Orang yang paling tinggi ilmunya tidak lantas membuatnya pensiun dari menuntut ilmu. Manusia wajib menuntut ilmu mulai dari lahir hingga kembali ke tanah (liang lahat). Anak-anak, muda, tua, semuanya wajib menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Bahkan Allah telah menjamin akan meninggikan derajat bagi orang-orang yang berilmu. Tentunya ilmu itu di amalkan dan ditularkan pada yang lain. Karena apalah guna ilmu apabila tidak diamalkan, dan apalah guna amal bila tidak dilandasi keikhlasan. Kembali meluruskan niat hanya pada Allah segala aktivitas.