SM3T 2016

SM3T 2016
Pulau Kelapa, Bima, NTB

Selasa, 01 Maret 2022

Semakin Menyenangkan dengan Berkreasi



Belajar di kelas tidak selalu setenang air di permukaan. Atmosfer belajar bisa berubah sewaktu-waktu tanpa ada pemberitahuan. Layaknya moodswing. Terlebih setelah terlalu lama belajar di rumah. Butuh waktu dan upaya yang tidak sedikit untuk mengembalikan semangat belajar anak.

Tantangan bagi guru tentunya, 'Bagaimana caranya agar anak tertarik belajar di kelas?' Target selanjutnya tidak lain agar membuat anak menikmati aktivitas belajarnya.

Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan yaitu dengan melibatkan aktivitas fisik anak. Tidak dipungkiri bahwa anak lebih tertarik pada kegiatan 'bergerak'. Dengan kegiatan ini, anak-anak bisa mengeksplorasi pengetahuannya, membangun konsep berpikirnya, hingga menuangkan imajinasi kreatifnya.

Kegiatan seperti ini memang membutuhkan waktu yang lama. Namun, hal ini sebanding dengan tingkat perkembangan kognitif dan psikomotor anak untuk menyelesaikan masalah secara kreatif.


Selasa, 11 Juni 2013

Refleksi 'Elegi Pemberontakan Para Sombong'



Sombong merupakan sifat yang melebih-lebihkan apa yang ada pada dirinya. Sombong dapat mematikan akal dan nurani manusia. Perilaku sombong akan menggerogoti rasa simpati, empati, etik, dan estetika. Ketika seseorang berperilaku sombong, maka sesungguhnya dia tidak hanya merugikan dirinya sendiri tetapi juga orang lain. 

Refleksi 'Elegi Menggapai Bicara'



Bicara, bahasa, dan kata-kata adalah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Ketika ada bicara pasti ada kata-kata dan bahasa. Hal ini sudah seperti kodratnya. Manusia memikirkan kata-kata dan membicarakannya melalui bahasa.

Refleksi 'Jargon Para Subyek'



Subyek dan jargon ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Subyek adalah pelakunya dan jargon adalah bagian dari pelaksana itu sendiri. Ketika para pelaku sedang kacau, tidak menentu, maka sebenarnya mereka telah membuat jargon.

Refleksi 'Elegi Menggapai Pikiran Jernih'



Untuk melakukan segala sesuatunya, kita harus memulainya dengan pikiran jernih. Pikiran jerniah akan memudahkan kita menelaah dan menganalisi tentang apa yang sedang kita pelajari. Hal ini akan membantu kita memahami sesuatu. Apabila pikiran kita sudah kacau, maka kita tidak akan nyaman melakukan segala hal sebelum pikiran kita menjadi jernih kembali. Jernihnya pikiran sangat menentukan perilaku kita. 

Refleksi 'Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika'



Yang bisa saya pahami dari artikel ini adalah, seseorang yang berilmu tinggi tidak lantas membuatnya menjadi sombong, takabur. Ia harus memegang teguh etik dan estetikanya. Ketika seseorang sudah berpedoman pada etik dan estetika, maka segala yang ia lakukan tidak akan melanggar pedoman itu. Etik dan estetika bisa juga berarti pikiran ataupun nurani. Keduanya dapat memberikan pertimbangan baik-buruk dan benar -salah.

Refleksi 'Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika'



Yang bisa saya pahami dari artikel ini adalah, seseorang yang berilmu tinggi tidak lantas membuatnya menjadi sombong, takabur. Ia harus memegang teguh etik dan estetikanya. Ketika seseorang sudah berpedoman pada etik dan estetika, maka segala yang ia lakukan tidak akan melanggar pedoman itu. Etik dan estetika bisa juga berarti pikiran ataupun nurani. Keduanya dapat memberikan pertimbangan baik-buruk dan benar -salah.