Sombong merupakan sifat yang melebih-lebihkan apa yang
ada pada dirinya. Sombong dapat mematikan akal dan nurani manusia. Perilaku
sombong akan menggerogoti rasa simpati, empati, etik, dan estetika. Ketika seseorang
berperilaku sombong, maka sesungguhnya dia tidak hanya merugikan dirinya
sendiri tetapi juga orang lain.
Assalamu'alaikum...terima kasih teman sudah berkenan berkunjung ke blog sederhana ini. Semoga bermanfaat :) Wassalamu'alaikum...
SM3T 2016
Pulau Kelapa, Bima, NTB
Selasa, 11 Juni 2013
Refleksi 'Elegi Menggapai Bicara'
Bicara, bahasa, dan kata-kata adalah suatu kesatuan
yang tidak dapat dipisahkan. Ketika ada bicara pasti ada kata-kata dan bahasa. Hal
ini sudah seperti kodratnya. Manusia memikirkan kata-kata dan membicarakannya melalui
bahasa.
Refleksi 'Jargon Para Subyek'
Subyek dan jargon ibarat dua sisi mata uang yang tidak
dapat dipisahkan. Subyek adalah pelakunya dan jargon adalah bagian dari
pelaksana itu sendiri. Ketika para pelaku sedang kacau, tidak menentu, maka sebenarnya
mereka telah membuat jargon.
Refleksi 'Elegi Menggapai Pikiran Jernih'
Untuk melakukan segala sesuatunya, kita harus
memulainya dengan pikiran jernih. Pikiran jerniah akan memudahkan kita menelaah
dan menganalisi tentang apa yang sedang kita pelajari. Hal ini akan membantu
kita memahami sesuatu. Apabila pikiran kita sudah kacau, maka kita tidak akan
nyaman melakukan segala hal sebelum pikiran kita menjadi jernih kembali. Jernihnya
pikiran sangat menentukan perilaku kita.
Refleksi 'Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika'
Yang
bisa saya pahami dari artikel ini adalah, seseorang yang berilmu tinggi tidak
lantas membuatnya menjadi sombong, takabur. Ia harus memegang teguh etik dan
estetikanya. Ketika seseorang sudah berpedoman pada etik dan estetika, maka
segala yang ia lakukan tidak akan melanggar pedoman itu. Etik dan estetika bisa
juga berarti pikiran ataupun nurani. Keduanya dapat memberikan pertimbangan
baik-buruk dan benar -salah.
Refleksi 'Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika'
Yang
bisa saya pahami dari artikel ini adalah, seseorang yang berilmu tinggi tidak
lantas membuatnya menjadi sombong, takabur. Ia harus memegang teguh etik dan
estetikanya. Ketika seseorang sudah berpedoman pada etik dan estetika, maka
segala yang ia lakukan tidak akan melanggar pedoman itu. Etik dan estetika bisa
juga berarti pikiran ataupun nurani. Keduanya dapat memberikan pertimbangan
baik-buruk dan benar -salah.
Refleksi 'Elegi Seorang Guru Menggapai Terang'
Belajar,
berpikir, bertanya, berdoa. Seseorang dalam perjalanan hidupnya pasti merasakan
kelelahan. Kelelahan fisik maupun emosional. Namun, apabila karena kelelahan
itu kita menjadi tidak belajar, maka itulah kesalahan kita. Banyak hal yang dapat
kita pelajari di dunia ini. Ketika kita belajar pada dunia, maka dunia akan
memberikan kita pelajaran. Pelajaran inilah yang akan membuat kita berpikir maju
dan berkembang. Artinya, kelelahan tidak bisa menghalangi kita untuk terus,
terus, dan terus belajar. Melalui bertanya, refleksi, mendengarkan, membaca,
dan lain-lain. Apabila kita sudah merasa lelah, itu pertanda bahwa doa kita
melemah. Doa adalah kekuatan fisik, spiritual, dan emosional. Untuk itu, kita
harus selalu berdoa dalam segala keadaan untuk meng-upgrade semangat
kita.
Refleksi 'BAHAN UJIAN AKHIR SEMESTER Mata Kuliah Filsafat ILMU_Program S2 P Mat Kerjasama Dinas Kota'
Semoga
dengan rekaman tersebut dapat membantu persiapan ujian bagi mahasiswa S2. Bagaimana
dengan ujian matematika PGSD UNY kampus wates Pak?
Senin, 10 Juni 2013
Refleksi 'Elegi Mengenal Jargon
Awalnya, yang saya tahu mengenai
jargon adalah sebagai berikut: Jargon dapat bernilai negatif dan positif. Sebuah
jargon akan bernilai negatif apabila jargon dibuat hanya untuk menutupi hal
sebenarnya ataupun kamuflase dari permainan politik. Jargon akan bernilai positif
apabila dibuat untuk membangkitkan semangat. Sekarang, saya mendapat
pengetahuan yang berbeda mengenai jargon. Jargon tidak hanya digunakan untuk
itu tetapi juga digunakan dalam ilmu pengetahuan. Tak jarang hanya si pembuat
jargon yang mengetahui makna dan maksud dari jargon tersebut. Bahkan, tidak
sedikit yang keliru dalam memahaminya.
Refleksi 'Forum tanya Jawab 54: Dialog Filsafat ke dua'
Filsafat
dan ilmu filsafat. Dalam perkuliahan, mahasiswa hendaknya memahami filsafat. Dengan
begitu, maka inti dari filsafat dan segala jiwanya bisa kita pahami. Semua itu
tidak bisa dipelajari secara instan dan akan sangat sulit bila dipelajari
sendiri. Perlu dipahami bahwa filsafat adalah mengkaji hasil pemikiran, bisa
nyata dan tidak. Untuk itu perlu pemikiran tajam untuk memahami urgensi
filsafat itu sendiri.
Refleksi 'Forum Tanya Jawab 53: Dialog Filsafat'
Filsafat
itu mengkaji apa yang mungkin dan tidak mungkin. Belajar filsafat tidak bisa
dilakukan hanya sepotong-sepotong. Karena maksud yang terpahami bisa berbeda. Terlebih
bahasa filsafat yang tinggi. Makna yang terkandung merupakan makna tersirat. Bagi
para pemula, belajar filsafat sangat sulit. Harus menguraikan satu per satu
setiap kata dan kalimat.
Refleksi 'Elegi Menggapai Sastra'
Sesi
ini saya benar-benar tidak paham. Elegi yang sulit ditambah sastra yang rumit. Penuh
makna-makna kiasan dan tersirat. Filsafat memanglah topik yang berat. Sulit untuk
kita memahami bila hanya sebatas membaca tanpa mengkajinya lebih dalam.
Refleksi 'Elegi Wayang Golek'
Elegi
dan wayang golek. Membangun sebuah hubungan perumpamaan. Wayang golek adalah
budaya asli Indonesia yang harus dilestarikan. Menurut apa yang arttikel ini
paparkan, wayang golek merupakan mencari di balik bayangan. Bila diartikan,
wayang golek adalah sebuah upaya pencarian hikmah dan nikmat dari setiap
peristiwa yang terjadi. Wayang golek bisa juga diartikan sebagai bayangan dari
pikiran pikiran yang melahirkan filsafat.
Rabu, 05 Juni 2013
Refleksi 'Skema Penilaian Filsafat Ilmu (S2)'
Penilaiannya
luar biasa Pak. Bolehkah saya bertanya? Bagaimana penilaian bagi kami mahasiswa S1 PGSD di Kampus Wates.
Refleksi 'Elegi Menggapai Purnakata'
Perpisahan
adalah hal yang tidak bisa dihindari. Bila sudah waktunya, maka perpisahan itu
akan terjadi. Dengan adanya perpisahan, bukan berarti upaya kita untuk belajar
berhenti di situ. Harapannya, perpisahan akan membuat kita untuk selalu
berusaha tanpa ada ketergantungan pada siapa pun.
Menurut
artikel ini, filsafat merupakan olah pikir. Ini berarti bahwa filsafat
merupakan hasil dari olah pikir manusia. olah pikir tersebut melibatkan
berbagai dimensi, baik dimensi ruang maupun dimensi waktu. Filsafat menkaji hal
yang mungkin dan tidank mungkin. Meski pun belajar filsafat itu sulit, tapi
filsafat akan memberikan manfaat bagi mereka yang mampu memahaminya.
Refleksi 'Elegi Refleksi Elegi'
Sungguh, saya mengucapkan terima
kasih kepada Bapak karena telah mengenalkan filsafat pada saya dengan susah
payah. Filsafat memang suatu hal yang sulit dipahami, bahkan, sampai sekarang
saya belum memahami filsafat itu sendiri. Namun, Bapak memberikan saya jalan
untuk belajar filsafat. Melalui tulisan-tulisan Bapak, saya belajar filsafat. Meskipun
terkadang harus membacanya sampai berulang-ulang, tapi tulisan Bapak sudah
cukup menghemat segala hal, mengingat filsafat memang sangat luas. Harapan
saya, semoga saya dapat memanfaatkan kesempatan yang Bapak berikan untuk
belajar filsafat.
Refleksi 'Elegi Mendengarkan Tangisan dan Nyanyian Para Filsuf'
Saya kagum. Betapa para filsuf
begitu berjuang keras untuk memahamkan filsafat-filsafatnya. Namun, satu hal
yang penting, yaitu belajar filsafat tidak bisa secara instan. Diperlukan proses
dan waktu yang relative lama. Tidak hanya itu, bagi kami para pemula, perlu
adanya suatu pengemasan yang menarik agar filsafat mudah dipahami dan tidak
membosankan. Sesungguhnya makna tersirat dan penggunaan bahasa yang tingkat
tinggi itulah yang membuat kami para pemula merasa kesulitan memahami filsafat.
Refleksi 'Elegi Memahami Elegi'
Sebenarnya,
saya sangat kaget membaca elegi yang satu ini. Bapak begitu memahami perasaan
masiswa yang galau dengan elegi Bapak. Bagi saya, yang ibaratnya baru kemarin
mengenal elegi, elegi ini memang sangat membingungkan. Bahasanya tingkat
tinggi. Saya sangat kesulitan memahaminya. Tapi, saya berterimakasih kepada
Bapak, karena Bapak berkenan mengenalkan elegi-elegi Bapak kepada saya.
Refleksi 'Elegi Wawancara Orang Tua Berambut Putih'
Awalnya,
saya sangat asing sekali dengan kata-kata elegy. Sampai saya bertemu dengan Pak
Marsigit. Sekarang saya lebih familiar dengan kata elegy. Namun, sejujurnya
saya masih bingung dengan arti kata dari elegy itu. Yang saya tahu, elegy ini
merupakan sebuah kemasan untuk mempermudah mempelajari filsafat. Banyak orang
yang menganggap filsafat itu rumit dan tidak penting. Kalau boleh jujur,
sebenarnya saya sendiri belum tahu arti filsafat. Saya masih bingung tentang
filsafat. Apalagi, filsafat ini baru saya kenal di perguruan tinggi.
Selasa, 04 Juni 2013
Refleksi 'Peta 4- Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest'
Peta yang
ke-empat ini menjelaskan mengenai sumber, evaluasi tiap-tiap aliran. Setiap aliran,
sumber dan cara evaluasinya berbeda. Perbedaan ini tentunya juga sebagai
pembeda dalam metide belajar mengajar. Namun, apapun perbedaannya, yang jelas
adalah gunakan yang terbaik sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas
pendidikan.
Refleksi 'Peta 3 - Peta Pendidikan Dunia _ dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest'
Artikel tersebut menjelaskan peta 3 pendidikan dunia. Dari peta 3
tersebut dapat kita ketahui bahwa pada masyarakat industrial trainer, teori
pembelajaran yang digunakan adalah bekerja keras, latihan, drill, dan
menghafal. Sedangkan pada masyarakat technological pragmatis, teori
pembelajaran yang digunakan adalah berpikir dan praktek. Lain lagi pada
masyarakat old humanis, teori pembelajaran yang digunakan adalah memahami dan
mengaplikasikan. Begitu pula pada masyarakat progressive educator, teori
pembelajaran yang digunakan adalah eksplorasi.sedangkan pada masyarakat public
educator, teori pembelajaran yang digunakan adalah diskusi. Jadi,
tiap-tiap cabang peta menganut teori sendiri-sendiri sesuai dengan
kebutuhannya.
Refleksi 'Peta 2 - Peta Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest'
Peta konsep yang kedua ini ternyata harus lebih dipahami lagi. Pada
peta yang ke dua ini menjelaskan bahwa ada tiga hal yang ada di dunia ini yaitu
sosial, pendidikan dan kemampuan pelajar. Tiga hal ini memiliki sesuatu yang
berbeda. Pebedaan tersebut akan menentukan kita dalam mengadopsi aliran-aliran
tersebut. Oleh karena itu pelu diperdalam lagi mengenai rinciannya.
Refleksi 'Peta 1 - Peta Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest'
Artikel ini menyajikan peta pendidikan dunia karya Pak Mrsigit. Menariknya
adalah bahwa pendidikan dapat dipetakan menjadi beberapa bagian yaitu politics,
mathematics dan moral value. Ini sangat memudahkan kita memahami
perbedaan tiap-tiap aliran. Manfaat lain dari peta ini adalah dapat mempermudah
kita aliran mana yang paling sesuai dengan kondisi peserta didik dan
masyarakat.
Refleksi 'Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 8: Architectonic Mathematics (1)'
Dari artikel
tersebut, yang saya dapatkan adalah bahwa belajarnya orang dewasa dan anak-anak
sangatlah berbeda. Maka, matematika murni tidak bisa dan jangan sampai
dipaksakan pada anak-anak. Ini akan menimbulkan akibat yang luar biasa. Biarlah
anak-anak menikmati matematika sesuai porsinya masing-masing. Matematika bagi
anak adalah kegiatan mereka sendiri. Jadi, jangan sampai sebuah pemaksaan
terjadi karena itu akan berdampak negative pada anak.
Refleksi 'Dialog Internasional 7 Pendidikan Matematika'
Matematika murni
dan pendidikan matematika memanglah berbeda. Namun, keduanya saling berkaitan. Pendidikan
lebih ditekankan pada sisi pedagogic, yaitu bagaimana memperkenalkan matematika
pada siswa dan bagaimana membiasakan matematika itu sebagai sebuah kegiatan
yang dilakukan oleh peserta didik. Matematika murni menekankan pada konsep yang
rinci dan terstruktur. Kaitannya adalah antara pendidikan matematika dan
matematika murni sama-sama memperlajari matematika. Rumus-rumus pendidikan
murni ada kalanya digunakan oleh pendidikan matematika.
Refleksi 'Glossary of Kant's Technical Terms_By Palmquist'
Dalam mempelajari
Filsafat, diperlukan pula mempelajari istilah-istilah dalam bahasa asing. Banyak
sekali istilah-istilah yang harus dipahami. Melalui artikel ini, Pak Prof
berusaha membantu siapa saja yang ingin belajar filsafat mengenai
istilah-istilah dalam filsafat. Ini sangat membantu terutama bagi saya yang
belum paham mengenai filsafat. Istilah ini bermanfaat untuk membangun konsep. Terima
kasih Pak Prof.
Refleksi 'Elegi Seorang Hamba Menggapai Ruang dan Waktu'
Subhanallah…
benar-benar mengagumkan. Allah akan menunjukkan kuasanya dengan cara yang tidak
pernak diduga oleh manusia. Dalam artikel tersebut terkandung makna bahwa
setiap manusia pasti memiliki kesalahan. Kesalahan tersebut akan dimintai pertanggung
jawaban (dibalas). Oleh karena itu, sebaik-baiknya manusia yang berbuat
kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat dan memperbaiki dirinya.
Refleksi 'Elegi Pemberontakan Para Berhenti'
Elegi
Menggapai Ridha Allah
Mendapatkan
keridhaan Allah merupakan impian setiap muslim. Impian ini perlu diperjuamgkan.
Tidak sekedar berjuang apa adanya, melainkan sebenar-benarnya perjuangan. Salah
satu perjuangan yang harus kita lalui adalah berjuang meluruskan niat dan
ikhlas. Faktanya, dua hal ini sangat ringan diucapkan, tapi sungguh berat
dilakukan. Berat di sini tidak kemudian menjadikan kita menjauh dan tidak mau
berusaha, melainkan menjadikannya sebuah tantangan yang harus ditaklukkan. Apabila
kita sudah LULUS dari tantangan ini, maka Insya Allah ridha Allah akan kita
dapatkan.
Refleksi 'Urgensi Filsafat dalam Pendidikan Islam untuk Pendidikan Karakter'
Filsafat bukanlah
sekedaromong kosong belaka. Mempelajari filsafat penting adanya. Ketika seseorang
sudah memutuskan untuk mempelajari filsafat, maka sudah seharusnya dia
mempelajari secara komprehensif dan menyeluruh. Berbicara masalah filsafat dan
agama, memanglah berbeda dan seharusnya pada ruang dan waktunya masing-masing. Agama
terkadang dianggap sebagai benteng yang mengungkung. Namun, dengan inovasi
metodologi, maka perkembangan filsafat tidak hanya terkungkung (statis) tapi
akan terus maju dan berkembang mengikuti perubahan zaman (dinamis).
Refleksi 'Forum Tanya Jawab 64 : Burung di Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari'
Artikel ini
menunjukkan bahwa tiap-tiap yang ada di bumi ini pasti mempunyai perbedaan. Apa
yang menjadi urusan pagi hari, belum tentu sama dengan di sore hari. Begitu pula
dengan pendidikan. Pertanyaan-pertanyaan yang lahir pasti berbeda-beda, baik
dari tenaga pendidik maupun peserta didik. Perbedaan inilah yang menjadikan
kekayaan khasanah di dunia pendidikan. setiap perbedaan bukan untuk
dihilangkan, tetapi untuk disikapi dengan sebaik-baiknya, karena dari perbedaan
itu akan memicu peningkatan kualitas pendidikan.
Sabtu, 01 Juni 2013
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 45: Bagaimana Matematikawan Mengusir Setan?'
Jauh dari
syaithan merupakan keinginan semua muslim. Dalam rangka mengusir syaithan, kita
harus benar-benar mennjaga hati, pikiran, dan lisan kita. Ikhlaskan segalanya
karena Allah dan segera mohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan
merupakan salah satu cara mengusir syaithan.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 44: Kyai Mursidin 2'
Syaithan sangat menyukai manusia
yang hati dan pikirannya ragu-ragu. Karena perasaan ragu-ragu akan mempermudah
jalan syaithan untuk membelokkan jalan manusia. satu hal yang tidak disukai
oleh syaithan dan sangat sulit ditembus oleh syaithan adalah perasaan ikhlas
lillaahita’ala. Jadi, bila ingin menjauhkan diri dari syaithan, maka gapailah
ikhlas hati hanya untuk Allah semata.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 43: Kyai Mursidin 1'
Syaithan,
dahulunya adalah makhluk yang taat pada Allah. Namun, setelah Allah
mengemukakan rencana-Nya untuk menjadikan manusia khalifah di bumu, syaithan
dan iblis tidak menerimanya. Oleh sebab itu, syaithan sangat membenci manusia.
syaithan akan menggoda manusia dengan godaan-godaan yang indah. Godaan tersebut
akan dilancarkan dengan menggunakan berbagai macam cara. Untuk itu, manusia
perlu mengadakan pembentengan diri dengan mendekatkan diri pada Allah.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 42: Mengubah Mitos menjadi Logos'
Mengubah
paradigma manusia tidaklah mudah, kecuali mereka mau menyadarkan diri mereka
sendiri dan membuka pikiran mereka tentang segala macam modernisasi. Mitos yang
selalu mereka genggam tidak akan berlaku saat ini. yang diperlukan adalah
kesiapan diri untuk menerima dan berpartisipasi dalam zaman modern. Mengganti pikiran-pikiran
yang penuh mitos menjadi logos yang membangun.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 41: Balas Dendam Syaitan Terhadap Matematikawan'
Manusia adalah
makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Kesempurnaannya dikarenakan manusia
ini dianugerahi akal dan pikiran. Meskipun manusia mempunyai ilmu yang tinggi,
namun, tidak semestinya dia melupakan kodratnya sebagai makhluk Allah yang senantiasa
penuh dengan dosa dan kesalahan. Apa yang didapatkan oleh manusia merupakan
hasil dari doa mereka. Allah juga telah memberikan rizki kepada manusia
walaupun mereka tidak meminta. Namun, rizki yang Allah berikan tersebut
sebenarnya adalah cobaan. Cobaan apakah dia mau bersyukur ataukah kufur.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 40: Berguru Kepada Imam Al-Ghazali untuk Meningkatkan Kualitas Spiritual (Islam)'
Berguru
untuk memperdalam keimanan adalah suatu keharusan. Memperdalam iman bisa
dikatakan sebagai upaya memperbaiki diri dan imannya. Ketika dalam proses ini,
mustahil manusia akan secara spontan dan instan mencapai tingkat kekhusukkan. Artinya,
apabila manusia merasa bahwa dirinya belum khusuk itu adalah suatu hal yang
wajar. Selama kita terus berusaha memperbaiki diri, berdzikir, berdoa, memohon
ampun pada Allah, Insya Allah, Allah akan memudahkan jalan manusia menggapai
khusuk dan ikhlas.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 39: Menggapai Sepi'
Sepi.
Sepi di sini dimaksudkan sepi dalam beribadah. Artinya adalah kekhusukan dalam
beribadah dan beramal. Menggapai sepi diharapkan bahwa setelah melakukan amalan
atau ibadah, maka hati, pikiran, dan lisan tidak akan mengungkapkannya. Jikalau
hati, pikiran, atau lisan masih berkata, maka itu berarti belum berhasil
menggapai sepi.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 38 : Menggapai Pikiran Ikhlas'
Pikiran ikhlas
akan dicapai setelah manusia dapat ikhlas dalam hati. Ketika manusia sudah
ikhlas dalam hati, maka piran-pikirannya akan menjadi tenang. Dengan demikian,
pikiran ikhlas akan mengikuti keikhlasan hati.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 37: Ketika Pikiranku Tak Berdaya'
Fatamorgana???
Apa itu fatamorgana??? Apa hubungannya dengan pikiran? Pikiran adalah sesuatu
yang kita inginkan. Secara tidak langsung, apa yang terjadi adalah buah dari
pikiran-pikiran kita. Pikiran kita juga dapat berarti mimpi. Mimpi yang tidak
terwujudkan adalah fatamorgana. Jadi, fatamorgana berkaitan dengan pikiran
merupakan mimpi yang tidak terwujudkan.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 36: Menggapai Tidak Risau'
Setiap
manusia pasti memiliki rasa khawatir. Namun, khawatir yang berlebihan akan
membawa manusia pada kungkungan yang kuat. Manusia akan sulit berkembang karena
segala pertimbangannya didasarkan pada rasa khawatir. Tapi, rasa khawatir
tersebut dapat diubah menjadi sebuah kekuatan untuk memperbaiki diri. Jadi
kekhawatiran yang kita miliki akan bermanfaat apabila kita tepat dalam mengolahnya.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 35: Cendekia yang ber Nurani'
Manusia diciptakan
oleh Allah sebagai makhluk yang paling sempurna karena dianugerahi akal dan
pikiran. Tetapi, Allah juga menganugerahkan kekurangan-kekurangan pada diri
manusia. Kekurangan-kekurangan tersebut tidak lantas membuat harkat dan martabat
manusai mmenjadi menurun, melainkan, melalui kekurangan tersebut, manusia
diharapkan mampu mengolah dan mengembangkan kekurangannya menjadi sebuah
kelebihan. Dengan demikian, maka manusia harus mau secara terbuka dan ikhlas
menerima kritik dan saran yang membangun. Bila sudah begitu, manusia di bumi
tidak hanya cerdas, tetapi cerdas bernurani.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 34: Menemukan Ruh'
Ruh, adalah
karunia Allah yang bentuk dan wujudnya tidak pernah diketahui oleh manusia. Ruh
termasuk dalam kategori ghaib. Meskipun, ruh adalah sesuatu yang tidak bisa
terlihat, tetapi, sebagai seorang muslim, kita harus percaya tentang adanya
ruh, sebagaimana kita percaya akan adanya malaikat dan Allah penguasa alam
semesta.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 33: Doakulah yang tersisa'
Setelah
kita bertawakal kepada Allah, maka, yang selanjutnya kita lakukan adalah
menyerahkan segala hasil dari usaha kita kepada Allah. Yang dimaksudkan
menyerahkan segala hasilnya kepada Allah adalah tidak serta merta kita hanya
berdiam diri menunggu hasil, tetapi berdoa. Berdoa memohon kepada Allah agar
diberikan hasil yang terbaik sesuai dengan usaha kita. Tak lupa pula bersoa
mohon ampun atas segala kesalahan yang diperbuat. Sungguh, tidak ada yang dapat
menandingi kekuatan keikhlasan berdoa.
Selasa, 21 Mei 2013
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 32: Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/10/elegi-bagawat-selatan-mengaji.html
Allah
adalah dzat sempurna dengan segala sifat-sifat-Nya. Meskipun manusia tidak bisa
melihat Allah, tetapi sebagai manusia yang beriman, kita harus mempercayai dan
mengimani bahwa Allah itu ada. Salah satu sifat Allah adalah wujud atau ada. Allah
itu ada dan melihat segala yang manusia perbuat.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 31: Menggapai Kedamaian'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/03/elegi-seorang-hamba-menggapai-kedamaian.html
Menggapai kedamaian yang dianjurkan adalah kedamaian dunia akhirat. Kedamaian yang dilandasi keimanan dan keikhlasan. Kedamaian akan datang pada diri manusia ketika ia telah menyerahkan segala urusan dan tunduk pada segala ketentuan Allah. Dalam rangka menggapai kedamaian ini diperlukan upaya totalitas. Tidak hanya sebagian saja. Bukan suatu hal yang tidak mungkin bahwa dalam rangka berusaha menggapai kedamaian ini akan ada banyak halangan. Halangan terberat adalah nafsu, nafsu di kepala, di dada, dan di perut. Perbanyak dzikir insya Allah akan mendekatkan diri kita pada yang kuasa dan meringankan usaha kita.
Menggapai kedamaian yang dianjurkan adalah kedamaian dunia akhirat. Kedamaian yang dilandasi keimanan dan keikhlasan. Kedamaian akan datang pada diri manusia ketika ia telah menyerahkan segala urusan dan tunduk pada segala ketentuan Allah. Dalam rangka menggapai kedamaian ini diperlukan upaya totalitas. Tidak hanya sebagian saja. Bukan suatu hal yang tidak mungkin bahwa dalam rangka berusaha menggapai kedamaian ini akan ada banyak halangan. Halangan terberat adalah nafsu, nafsu di kepala, di dada, dan di perut. Perbanyak dzikir insya Allah akan mendekatkan diri kita pada yang kuasa dan meringankan usaha kita.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 30: Tasyakuran Ketiga (Proyek Syurga)'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ketiga.html
Ritual kali ini intinya adalah memperbanyak amal. Dalam rangka
menggapai surga dibutuhkan amal yang ikhlas. Dalam menjalankan ibadah, pelaksanaannya
tidak harus banyak, yang terpenting adalah dilakukan secara terus-menerus. Minimal
amal yang dilakukan hari ini sama dengan hari kemarin. Dan semua amal
dilandaskan pada keikhlasan.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 29: Tasyakuran Ke Dua (Proyek Syurga)'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ke-dua.html
Mari
kita lanjutkan proyek kita. Proyek menggapai surga yang ke dua ini berisi
usaha-usaha yang harus dilakukan. Salah satunya adalah dengan menjauhi perilaku
marah. ‘janganlah kamu mudah marah, maka bagimu surga’… ini tentunya menjadi pegangan
bagi siapa saja yang menginginkan surga.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 28: Tasyakuran Ke Satu (Proyek Syurga)'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ke-satu.html
Alhamdulillah, proyek surga adalah proyek untuk mencapai
kebahagiaan abadi. Proyek yang tidak mudah karena banyak sekali
hambatan-hambatan yang harus dihadapi. Untuk itu, sangat penting untuk selalu
mendekatkan diri kepada Allah dengan berzdikir, berdzikir, dan berdzikir.
Refleksi 'Elegi Ritual ikhlas 27: Silaturakhim Para Ikhlas'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-silaturakhim-para-ikhlas.html
Allah adalah dzat yang paling sempurna. Maha pengasih, penyayang,
adil, dan semua sifat-sifat baik lainnya. Allah adalah maha di atas segala
maha. Allah memberikan rizki, nikmat, dan rahmat kepada makhluknya tanpa
kecuali. Tugas manusia sebagai makhluk Allah adalah bersyukur atas segala
ketentuan yang telah Allah berikan. Semua yang diberikan Allah adalah amanah. Bagaimana
manusia memanfaatkan dan menjalankan amanah yang Allah berikan akan dimintai
pertanggungjawabannya. Setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban dari
semua perbuatannya tanpa kecuali. Amal akan ditimbang seadil-adilnya. Di sinilah,
kedudukan manusia sebagai makhluk Allah akan sederajad dengan manusia yang
lain.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 26: Perlombaan Menjunjung Langit'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-perlombaan-menjunjung-langit.html
Ilmu
yang ada di muka bumi ini sangatlah banyak. Orang yang paling tinggi ilmunya
tidak lantas membuatnya pensiun dari menuntut ilmu. Manusia wajib menuntut ilmu
mulai dari lahir hingga kembali ke tanah (liang lahat). Anak-anak, muda, tua,
semuanya wajib menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Bahkan Allah telah menjamin
akan meninggikan derajat bagi orang-orang yang berilmu. Tentunya ilmu itu di
amalkan dan ditularkan pada yang lain. Karena apalah guna ilmu apabila tidak diamalkan,
dan apalah guna amal bila tidak dilandasi keikhlasan. Kembali meluruskan niat
hanya pada Allah segala aktivitas.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 25: Menggapai Diri'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-menggapai-refleksi-diri.html
Kesombongan
adalah penyakit yang sulit dihindarkan dari setiap insan. Kesombongan timbul
karena keinginan kita untuk diakui. Kesombongan diawali dengan perilaku riya’. Sombong
dapat menghapuskan amal perbuatan manusia seperti api yang melalap kayu bakar. Untuk
itu, untuk menggapai diri perlu meluruskan niat terlebih dahulu. Menajuhkan diri
dari sifat riya’ dan sombong, serta perbanyak beristighfar pada Allah.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 24: Menggapai Doa dan Ikhtiar'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-menggapai-doa-dan-ikhtiar.html
Setiap
manusia pasti memiliki keinginan atau cita-cita yang ingin diwujudkan. Apapun yang
manusia inginkan tidaklah akan terwujud apabila tidak disertai dengan ikhtiar
di jalan Allah. Ikhtiar merupakan usaha secara sungguh-sungguh. Setiap apa yang
kita usahakan pasti akan ada hasilnya. Hasil yang diperoleh tentunya tergantung
pada usaha mereka sendiri dan doa kepada Allah. Doa adalah suatu hal yang
penting agar apa yang diinginkan atau dicita-citakan dapat terwujud. Bertawakal,
berdoa pada Allah. Menyerahkan segala apa yang telah diusahakan hanya pada
Allah. Karena Allahlah yang menentukan hasil dari usaha kita. Dan ketentuan itu
tidak terlepas dari kegigihan manusia berusaha.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 23: Menggapai Cinta Ilahi'
Dicintai Allah SWT adalah harapan setiap muslim yang beriman. Menempatkan
Allah pada cinta pertama adalah salah satu syarat untuk menjadi kekasih
Allah. Pada hakikatnya, menjadi kekasih
Allah sifatnya lebih kekal daripada menjadi kekasih duniawi. Dengan menjadi
kekasih Allah, maka jiwa akan menjadi tenang karena setiap perbuatan dilandasi
keinginan untuk mendapat ridha Allah. Allah akan memudahkan urusan setiap
muslim yang dicintainya. Untuk itu, mari kita berlomba-lomba menjadi kekasih
Allah.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 23: Menggapai Cinta Ilahi'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-menggapai-cinta-ilahi.html
Dicintai Allah SWT adalah harapan setiap muslim yang beriman. Menempatkan
Allah pada cinta pertama adalah salah satu syarat untuk menjadi kekasih
Allah. Pada hakikatnya, menjadi kekasih
Allah sifatnya lebih kekal daripada menjadi kekasih duniawi. Dengan menjadi
kekasih Allah, maka jiwa akan menjadi tenang karena setiap perbuatan dilandasi
keinginan untuk mendapat ridha Allah. Allah akan memudahkan urusan setiap
muslim yang dicintainya. Untuk itu, mari kita berlomba-lomba menjadi kekasih
Allah.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 22: Perkelahian Keburukan dan Kebaikan'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-perkelahian-keburukan-dan-kebaikan.html
Manusia diciptakan oleh Allah dengan dianugerahi dua sifat, yaitu
baik dan buruk. Selanjutnya, apakah manusia tersebut menjadi baik atau buruk
tergantung dirinya dan lingkungannya. Orang yang paling kuat adalah orang yang
mampu mengalahkan hawa nafsunya, dalam hal ini adalah hawa nafsu buruk. Baik atau
buruknya sifat manusia pasti ada konsekuensinya. Tidak ada satu manusia pun
yang tahu berapa besar pahala dan dosa yang mereka miliki. Yang terpenting
adalah meyakini bahwa setiap perbuatan kita akan dimintai
pertanggungjawabannya.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 21: Menggapai Ramai'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/10/elegi-menggapai-ramai.html
Setiap manusia dianugerahi keunikan yang berbeda. Ada yang menyukai
keramaian, ada pula yang tidak menyukai
keramaian. Mereka yang menyukai keramaian akan mengatakan bahwa keramaian
adalah anugrah, karena mereka dapat mendengarkan suara, pendapat, kritik, dan
lain-lain. Mereka yang tidak menyukai keramaian akan mengatakan bahwa keramaian
merusak konsentrasi dan sulit untuk mencapai titik fokus. Itulah anugrah unik
yang diberikan Allah. Perbedaan. Dan melalui perbedaan itu kita menjadi kaya.
Kaya akan ilmu pengetahuan, kaya akan pendapat, kaya akan budaya, dan
lain-lain.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 20: Metafisika Filsafat'
http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/metafisika-filsafat.html
Kuliah dengan Pak Marsigit adalah sesuatu yang
tidak terduga. Pada awalnya, saya merasa asing sekali dengan beliau. Kegiatan
perkuliahannya penuh dengan refleksi.
Ternyata, melalui refleksi tulisan beliau, saya dapat berbagai macam
ilmu. Melalui refleksi pula saya menjadi paham dengan pembelajaran seperti apa
yang diharapkan Pak Marsigit. Intinya adalah Pak Marsigit membuka wawasan baru
tentang matematika.
Jumat, 17 Mei 2013
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 19: Tak Mampu Memikirkan Kapan Datangnya Kiamat'
http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/elegi-tak-mampu-memikirkan-kapan.html
Allah menjanjikan tentang datangnya hari kiamat. Setiap muslim
diwajibkan untuk mengimani datangnya hari akhir (rukun iman ke 5). Tidak ada
satu orangpun yang tahu kapan datangnya hari kiamat. Datangnya hari kiamat
adalah rahasia ilahi. Hanya Allah saja yang tahu. Kita hanya bisa mengimani
bahwa kiamat pasti akan datang dengan berbagai tanda-tandanya.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 18: Menggapai Hati Yang Jernih'
http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/elegi-menggapai-hati-yang-jernih.html
Artikel ini begitu berarti bagi saya. Pencapaian hati yang jernih
adalah suatu hal yang sangat sulit. Hati yang jernih adalah hati yang bersih
dari segala macam kotoran dan penyakit. Kita harus bisa membersihkan hati kita
sebersih-bersihnya agar kita mempunyai hati yang bersih. Hati yang bersih akan
membawa kita pada perasaan yang tenang dalam berpikir dan berbuat.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 17 : Para Bagawat Berlomba Menjunjung Langit'
http://powermathematics.blogspot.com/2013/04/elegi-ritual-ikhlas-17-para-bagawat.html
Ilmu adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidup. Semakin
banyak ilmu yang kita miliki semakin tinggi derajad kita. Bahkan Allah berjanji
akan meninggikan derajad orang-orang yang berilmu. Dan ilmu yang kita miliki akan
bermanfaat apabila kita amalkan dan tularkan pada orang lain. Sebuah hadist
menyebutkan bahwa ‘sampaikanlah walau hanya satu ayat’. Ini menunjukkan betapa
ilmu itu harus kita junjung tinggi. Menuntut ilmu hukumnya waajib bagi setiap
laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, kita harus berlomba-lomba dalam
menuntut ilmu.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 16: Menggapai Hamba Bersahaja'
http://powermathematics.blogspot.com/2013/04/elegi-ritual-ikhlas-16-menggapai-hamba.html
Artikel
ini hendaknya bisa membuka pikiran dan hati kita sebagai insan yang beriman. Apabila
kita benar-benar bermujahadah dan beristigfar kepada Allah dengan bertawakal
kepada-Nya setelah kita berusaha sungguh-sungguh, maka kita akan mendapatkan
manfaat dan Ridha Allah serta lindungan-Nya dari pengaruh nafsu negatif.
Insyaallah, atas doa-doa yang kita panjatkan dan keridhaan-Nya, Allah SWT akan
selalu meridhai setiap kita dengan segala ketetapan Nya. Apabila kita berzikir
dengan ikhlas, maka itulah sebaik-baiknya orang dan Allah akan meninggikan
derajadnya. Insyaallah, jika Allah SWT mengijinkannya, maka orang-orang seperti
itu akan memperoleh kemuliaan dunia - akhirat. Tiada yang bisa menghalangi
segala ketetapan Allah.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 15: Melawan Hawa Nafsu'
http://powermathematics.blogspot.com/2012/11/elegi-melawan-hawa-nafsu.html
Setiap manusia pasti memiliki
nafsu. Nafsu merupakan suatu keingin yang kuat akan suatu hal. Nafsu ini bisa
berarti positif dan negatif. Nafsu
positif harus selalu dipupuk, dibiasakan, dan dilestarikan. Nafsu positif akan
membuat kita selalu optimis dan mau berusaha.
Orang yang paling kuat adalah orang
yang mampu melawan hawa nafsunya. Dalam konteks ini, nafsu berarti negatif.
Melawan nafsu negatif bukanlah hal yang mudah. Diperlukan niatan dan tekad yang
kuat untuk bisa melaksanakannya. Mendekatkan diri adalah salah satu cara
melawan hawa nafsu negatif.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 14: Perjuangan Dewi Umaya dan Muhammad Nurikhlas'
http://powermathematics.blogspot.com/2012/11/elegi-ritual-ikhlas-iii-perjuangan-dewi.html
Setiap
insan manusia pasti memiliki kekurangan. Dan sebaik-baiknya mereka adalah yang
ikhlas menerima kekurangan tersebut dan senantiasa memperbaikinya. Dalam hidup,
perasaan ikhlas adalah sesuatu yang tidak bisa dipaksakan. Ikhlas adalah
perasaan rela yang timbul dari dalam hati dan tidak bisa dipaksakan oleh
siapapun. Jadi, ikhlas adalah perilaku kesadaran diri untuk selalu rela
terhadap apa yang terjadi dan menentukan sikap yang harus diambil.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 13: Memandang Wajah Rasulullah'
http://powermathematics.blogspot.com/2013/04/elegi-ritual-ikhlas-iv-memandang-wajah.html
Bertemu dan
melihat wajah Rasulullah adalah impian sekaligus keinginan setiap muslim.
Keinginan ini begitu mulia. Oleh karena itu, diperlukan perjuangan yang luar
biasa untuk mencapainya. Yang pertama adalah memaknai kalimat syahadat.
Syahadatain sesungguhnya mempunyai konsekuensi yang harus ditaati umat muslim.
Syahadatain memiliki tiga inti pokok, yaitu ikrar, sumpah, dan perjanjian.
Ikrar yang dimaksudkan di sini adalah bersungguh-sungguh memperjuangkan
ikrarnya atau pernyataannya. Perjanjian mencerminkan iman yang merupakan
perbuatan meyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diwujudkan melalui
amal perbuatan. Upaya yang mendukung adalah niat kita harus dilandasi oleh rasa
ikhlas. Perbanyak mohon ampun, berdoa, dan berdzikir pada Allah. Perbanyak
membaca Al-Quran dan perbanyak amal jariyah. Tak lupa pula perbanyak membaca
shalawat nabi. Insya Allah impian kita sebagai muslim akan tercapai.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 12: Wasiat Muhammad Nurikhlas kepada Para Cantraka : Meretas Sejarah Peradaban Manusia'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-iii-wasiat-muhammad.html
Dunia dan seisinya selalu mengalami
perkembangan. Begitu juga dengan manusia. Pada hakikatnya, manusia mengalami
perkembangan dari waktu ke waktu. Tidak semua manusia dapat menerima perubahan
dan berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Hanya orang-orang tertentu yang
mampu mengolah pikirannya dan meluaskan hati untuk senantiasa dicerminkan dalam
setiap perbuatan. Perkembangan yang idharapkan dalam era ini tidak hanya
perkembangan kognitif, tetapi fisik dan perasaannya.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 11: Memahami makna Taubat dan bertobat Nasuhah'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-ii-memahami-makna.html
Manusia adalah tempatnya salah. Tak ada satu orang pun yang tidak
punya kesalahan atau dosa. Dan sebaik-baiknya orang berdosa adalah mereka yang
bertaubat. Taubat yang dianjurkan adalah taubat nasuha. Apa itu taubat nasuha?
Taubat nasuha adalah taubat sesungguhnya. Taubat yang sungguh-sungguh sungguh
karena ingin memperbaiki diri dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan atau
dosa itu lagi. Semua itu harus didasari oleh rasa ikhlas. Ikhlas untuk
bertaubat pada Allah. Taubat yang paling sederhana adalah dan paling mudah
adalah dengan mengucapkan kalimat istighfar sebanyak-banyaknya. Insya Allah,
Allah akan mengampuni dosa orang-orang yang bertaubat.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas I: Informasi awal'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-i-informasi-awal.html
Artikel ini memberikan pengetahuan yang luar biasa. Untuk menggapai ikhlas seseorang
harus bisa berlaku ikhlas dalam hati. Ikhlas dimulai dengan menata ibadat,
memaksimalkan Zikir, jangan tidak meninggalkan Salat wajib, memperbanyak Salat
Sunat, dan membaca Kitab Suci. Mengurangi
tidur dan makan, terlebih lagi berpuasa. Berjihad memerangi hawa nafsu. Memberikan
segala yang kita miliki dan yang kita cintai demi berjuang di jalan Allah,
lupakan kesibukan duniawi untuk beribadah kepada Allah dan pelajari syariat-syariat
atau tata cara beribadah yang benar, dan yang penting adalah berubudiyah atau
beramal di jalan Allah. Segalanya adalah dengan niat karena Allah.
Kamis, 16 Mei 2013
Refleksi 'Elegi Ritual IKhlas 10: Bermunajat Kepada Allah SWT'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-iv-bermunajat.html
Subhanallah… Artikel ini sungguh
bermanfaat bagi saya. Banyak hal yang memang sering terlupakan ketika kita
berdoa pada Allah. Ikhlas, dengan segala kerendahan hati mohon ampun pada-Nya. Mensyukuri
atas segala nikmat yang telah Allah berikan, bahkan nikmat tersebut terkadang
malah terlupakan. Astaghfirullah…sudah sepantasnya kita mohon ampun… Sungguh
tiada yang bisa mengampuni dosa selain Allah.
Selasa, 14 Mei 2013
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 9: Menggapai Keutamaan Dzikir'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-iii-menggapai.html
Dzikir adalah
mengingat. Dalam hal ini adalah mengingat kepada Allah. Dengan berdzikir,
manusia dapat introspeksi diri tentang segala hal. Melalui berdzikir pula
manusia akan merasa tenang dan dekat dengan Allah. Mengingat tentang nikmat
yang telah Allh berikan, bersyukur atas segala nikmat tersebut, dan mohon ampun
atas segala dosa yang telah dilakukan. Apabila kita berdzikir dengan
sungguh-sungguh, niscaya Allah akan mengabulkan apa yang menjadi permohonan
kita.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 8: Tata Cara atau Adabnya Orang Berdoa'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-iii-tata-cara-atau.html
Doa adalah menghambakan diri kepada Allah. Berdoa berarti
menyerahkan segenap jiwa dan raga untuk mengabdi kepada Allah. Manusia sering
beranggapan bahwa berdoa hanya dilakukan ketika setelah sholat. Namun, perlu
diketahui bahwa sholat itu sendiri merupakan doa kita kepada Allah. Berdoa
tidak semata-mata hanya ketika kita menginginkan sesuatu, tetapi ketika kita
bersyukur atas nikmat Allah, itu juga merupakan berdoa. Ucapan kita juga adalah
doa. Apapun yang kita ucapkan, hendaklah yang baik-baik saja, karena malaikat
di sekitar kita akan senantiasa meng-Amin-I apa yang kita ucapkan. Doa bukanlah
hal main-main. Artinya, ketika berdoa hendaknya kita sungguh-sungguh
menghambakan diri pada Allah,
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 7: Tanya jawab pertama perihal Hati yang Ikhlas'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-ii-tanya-jawab.html
Dari artikel
tersebut, banyak pelajaran yang dapat saya ambil. Diantaranya adalah bahwa
perilaku ikhlas diawali dengan nawaitu yang benar, yakni ketaatan kepada Allah
dan semata-mata mencari ridhanya. Dengan nawaitu atau niat yang demikian, Insya
Allah, Allah akan menjauhkan kita dari godaan syaithan. Perlu diwaspadai bahwa
ikhlas seseorang dapat terhalang oleh perilaku riya’. Riya’ merupakan perilaku
dimana niat seseorang dalam melakukan perbuatan adalah karena ingin pujian atau
hal lain. Meskipun ini sangat sederhana, tapi dapat merusak keikhlasan kita
dalam beribadah.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-ii-cantraka-sakti.html
Banyak
sekali ilmu yang saya dapat dari artikel ini. Salah satunya adalah meluruskan
niat di awal. Segala yang kita lakukan hendaknya diniatkan untuk mencari ridha
Allah. Bukan untuk yang lain. Berawal dari niat kita yang lurus, insya allah
kita akan ikhlas dalam beramal dan tiadalah suatu yang berat dalam mencari
ridha Allah.
Senin, 13 Mei 2013
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas'
banyak
sekali ilmu yang saya dapat dari artikel ini. salah satunya adalah meluruskan
niat di awal. segala yang kita lakukan hendaknya diniatkan untuk mencari ridha
Allah. bukan untuk yang lain. berawal dari niat kita yang lurus, insya Allah
kita akan ikhlas dalam beramal dan tiadalah suatu yang berat dalam mencari
ridha Allah.
Selasa, 07 Mei 2013
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 5: Cantraka Hitam Menguji Ilmu Hitamnya'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-ii-cantraka-hitam.html
Manusia memanglah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna karena diberi karunia akal. Sehebat dan sepandai apapun manusia, tidak akan pernah bisa dia menyamai kesempurnaan Allah. Memuja selain Allah merupakan salah satu wujud syirik. Syirik berarti mengingkari kesempurnaan dan kekuasaan Allah. syirik adalah dosa besar. Taubatan Nasuha lah yang mampu mengurangi dosa ini. Dan hanya Allahlah yang dapat mengampuni dosa makhluknya.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 4: Cantraka Sakti belum Ikhlas'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-i-cantraka-sakti.html
Ilmu adalah mutiara kehidupan. Orang berilmu diibaratkan sebagai padi. semakin ia berisi maka akan semakin merunduk. begitu juga dengan manusia. sebagai manusia yang dianugerahi akal dan pikiran hendaknya mampu meniru sifat padi. meskipun berilmu tinggi tetapi tetap rendah hati dan tidak sombong. namun, tak jarang manusia terlena dan melupakan hal-hal yang dapat merusak amalnya. riya', adalah salah satu dari sekian penyakit yang menggerogoti amal. dalam beramal, kita juga harus senantiasa dilandasi rasa ikhlas.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 3: Persiapan Teknis 2'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-iii-persiapan-teknis.html
apapun bentuk kita, bagaimanapun keadaan kita, seberapa kaya, seberapa ganteng ataupun cantik, tidaklah ada pengaruhnya di hadapan Allah, Tuhan yang Maha Esa. Di hadapan Allah, semua manusia mempunyai kedudukan yang sama. yang membedakan adalah ketaqwaannya. dalam hal ini terkait juga dengan keikhlasan. apapun yang dilakukan manusia apabila tidak dilandasi keikhlasan tidaklah ada gunanya. dalam hidup ini, manusia diibaratkan sedang 'mampir ngombe' setelah menempuh perjalanan jauh dan perjalanan itu akan berlanjut. sebelum seseorang habis masa hidupnya, dia harus mencari bekal sebanyak-banyaknya. bekal itu adalah amal, yang akan mendampinginya dalam perjalanan selanjutnya.
apapun bentuk kita, bagaimanapun keadaan kita, seberapa kaya, seberapa ganteng ataupun cantik, tidaklah ada pengaruhnya di hadapan Allah, Tuhan yang Maha Esa. Di hadapan Allah, semua manusia mempunyai kedudukan yang sama. yang membedakan adalah ketaqwaannya. dalam hal ini terkait juga dengan keikhlasan. apapun yang dilakukan manusia apabila tidak dilandasi keikhlasan tidaklah ada gunanya. dalam hidup ini, manusia diibaratkan sedang 'mampir ngombe' setelah menempuh perjalanan jauh dan perjalanan itu akan berlanjut. sebelum seseorang habis masa hidupnya, dia harus mencari bekal sebanyak-banyaknya. bekal itu adalah amal, yang akan mendampinginya dalam perjalanan selanjutnya.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 2: Persiapan Teknis 1'
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-i-persiapan-teknis.html
Ibadah yang kita lakukan adalah semata-mata karena mencari ridha Allah. Ibadah yang dilakukan juga harus sesuai dengan rukun dan ketentuannya. Allah sebagai Al Kholik, yang menciptakan seluruh alam semesta dan isinya, adalah zat yang paling sempurna. segala sesuatu bersujud pada-Nya. manusia sebagai makhluk ciptaan Allah, senantiasa berdoa dan bersujud padanya. segala ilmu yang kita miliki tiada guna bila tidak diamalkan, dan segala amal yang kita lakukan tiada guna bila tanpa dilandasi keikhlasan.
Minggu, 05 Mei 2013
Refleksi Sekolah Bertaraf Internasional’
http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/sekolah-bertaraf-internasional-sebuah.html
Artikel ‘Sekolah Bertaraf Internasional’ menjelaskan proses yang harus dilalui
oleh sebuah sekolah menjadi sekolah SBI. Sekolah harus memenuhi ‘syarat’ dan
‘rukun’ yang telah ditentukan. Selain itu, perlu adanya meluruskan tujuan
adanya SBI. SBI bukan hanya sebatas apa yang beredar di masyarakat yang
kebanyakan hanya mementingkan ‘lebel’ nya.
SBI ditujukan untuk menjawab tuntutan zaman. Globalisasi
menuntut masyarakat agar siap menghadapi tantangan dan persaingan
internasional. Namun, segalanya kembali kepada pelaksana dan masyarakat. Bila
memang semua elemen menganggap SBI hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu,
maka semua kembali pada masyarakat itu sendiri. Sesungguhnya, setiap kebijakan
yang diputuskan akan ada konsekuensi yang menyertainya. Semoga bermanfaat.
Artikel ‘Sekolah Bertaraf Internasional’ menjelaskan proses yang harus dilalui
oleh sebuah sekolah menjadi sekolah SBI. Sekolah harus memenuhi ‘syarat’ dan
‘rukun’ yang telah ditentukan. Selain itu, perlu adanya meluruskan tujuan
adanya SBI. SBI bukan hanya sebatas apa yang beredar di masyarakat yang
kebanyakan hanya mementingkan ‘lebel’ nya.
SBI ditujukan untuk menjawab tuntutan zaman. Globalisasi
menuntut masyarakat agar siap menghadapi tantangan dan persaingan
internasional. Namun, segalanya kembali kepada pelaksana dan masyarakat. Bila
memang semua elemen menganggap SBI hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu,
maka semua kembali pada masyarakat itu sendiri. Sesungguhnya, setiap kebijakan
yang diputuskan akan ada konsekuensi yang menyertainya. Semoga bermanfaat.
Refleksi ‘Mathematics and Language 3’
http://powermathematics.blogspot.com/2013/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
Artikel ‘Mathematics
and Language 3’ membuka pikiran kita bahwa
sekarang bukanlah zamannya pembelajaran tradisional. Kita semua tahu apa dan
bagaimana pembelajaran tradisional itu. Zaman sekarang, pendidikan dituntut
untuk mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik. Jadi, cara modern sudah
tidak sesuai dan tidak mampu menjawab tuntutan zaman.
Untuk memenuhi
tuntutan zaman, seorang guru harus memiliki dua hal pokok, yaitu Accountability
dan Sustainability. Keduanya sangat berhubungan erat dan tidah bisa
dipisahkan. Accountability merupakan keadaan dimana seseorang dapat dipercaya,
dalam hal ini adalah dipercaya untuk membagi ilmunya pada peserta didik.
Accountability menimbulkan Sustainability, yaitu suatu kepercayaan yang dapat
dijaga secara terus-menerus. Hal inilah yang belum ada dalam pendidikan kita.
Guru atau pendidik hanyalah sebagai lebel dalam pekerjaan. Sedangkan
kualitasnya tergantung kepentingan. Artinya, apabila guru mempunyai suatu
kepentingan (naik jabatan) maka proses
belajar akan dibuat sebaik mungkin. Tapi, itu tidak akan bertahan lama. Semua
itu karena mereka masih beranggapan bahwa profesi sebagai pendidik bukanlah
sebuah hobi, tapi sebuah kepentingan. Semoga bermanfaat.
Artikel ‘Mathematics
and Language 3’ membuka pikiran kita bahwa
sekarang bukanlah zamannya pembelajaran tradisional. Kita semua tahu apa dan
bagaimana pembelajaran tradisional itu. Zaman sekarang, pendidikan dituntut
untuk mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik. Jadi, cara modern sudah
tidak sesuai dan tidak mampu menjawab tuntutan zaman.
Untuk memenuhi
tuntutan zaman, seorang guru harus memiliki dua hal pokok, yaitu Accountability
dan Sustainability. Keduanya sangat berhubungan erat dan tidah bisa
dipisahkan. Accountability merupakan keadaan dimana seseorang dapat dipercaya,
dalam hal ini adalah dipercaya untuk membagi ilmunya pada peserta didik.
Accountability menimbulkan Sustainability, yaitu suatu kepercayaan yang dapat
dijaga secara terus-menerus. Hal inilah yang belum ada dalam pendidikan kita.
Guru atau pendidik hanyalah sebagai lebel dalam pekerjaan. Sedangkan
kualitasnya tergantung kepentingan. Artinya, apabila guru mempunyai suatu
kepentingan (naik jabatan) maka proses
belajar akan dibuat sebaik mungkin. Tapi, itu tidak akan bertahan lama. Semua
itu karena mereka masih beranggapan bahwa profesi sebagai pendidik bukanlah
sebuah hobi, tapi sebuah kepentingan. Semoga bermanfaat.
Langganan:
Komentar (Atom)