Sombong merupakan sifat yang melebih-lebihkan apa yang
ada pada dirinya. Sombong dapat mematikan akal dan nurani manusia. Perilaku
sombong akan menggerogoti rasa simpati, empati, etik, dan estetika. Ketika seseorang
berperilaku sombong, maka sesungguhnya dia tidak hanya merugikan dirinya
sendiri tetapi juga orang lain.
Assalamu'alaikum...terima kasih teman sudah berkenan berkunjung ke blog sederhana ini. Semoga bermanfaat :) Wassalamu'alaikum...
SM3T 2016
Pulau Kelapa, Bima, NTB
Selasa, 11 Juni 2013
Refleksi 'Elegi Menggapai Bicara'
Bicara, bahasa, dan kata-kata adalah suatu kesatuan
yang tidak dapat dipisahkan. Ketika ada bicara pasti ada kata-kata dan bahasa. Hal
ini sudah seperti kodratnya. Manusia memikirkan kata-kata dan membicarakannya melalui
bahasa.
Refleksi 'Jargon Para Subyek'
Subyek dan jargon ibarat dua sisi mata uang yang tidak
dapat dipisahkan. Subyek adalah pelakunya dan jargon adalah bagian dari
pelaksana itu sendiri. Ketika para pelaku sedang kacau, tidak menentu, maka sebenarnya
mereka telah membuat jargon.
Refleksi 'Elegi Menggapai Pikiran Jernih'
Untuk melakukan segala sesuatunya, kita harus
memulainya dengan pikiran jernih. Pikiran jerniah akan memudahkan kita menelaah
dan menganalisi tentang apa yang sedang kita pelajari. Hal ini akan membantu
kita memahami sesuatu. Apabila pikiran kita sudah kacau, maka kita tidak akan
nyaman melakukan segala hal sebelum pikiran kita menjadi jernih kembali. Jernihnya
pikiran sangat menentukan perilaku kita.
Refleksi 'Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika'
Yang
bisa saya pahami dari artikel ini adalah, seseorang yang berilmu tinggi tidak
lantas membuatnya menjadi sombong, takabur. Ia harus memegang teguh etik dan
estetikanya. Ketika seseorang sudah berpedoman pada etik dan estetika, maka
segala yang ia lakukan tidak akan melanggar pedoman itu. Etik dan estetika bisa
juga berarti pikiran ataupun nurani. Keduanya dapat memberikan pertimbangan
baik-buruk dan benar -salah.
Refleksi 'Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika'
Yang
bisa saya pahami dari artikel ini adalah, seseorang yang berilmu tinggi tidak
lantas membuatnya menjadi sombong, takabur. Ia harus memegang teguh etik dan
estetikanya. Ketika seseorang sudah berpedoman pada etik dan estetika, maka
segala yang ia lakukan tidak akan melanggar pedoman itu. Etik dan estetika bisa
juga berarti pikiran ataupun nurani. Keduanya dapat memberikan pertimbangan
baik-buruk dan benar -salah.
Refleksi 'Elegi Seorang Guru Menggapai Terang'
Belajar,
berpikir, bertanya, berdoa. Seseorang dalam perjalanan hidupnya pasti merasakan
kelelahan. Kelelahan fisik maupun emosional. Namun, apabila karena kelelahan
itu kita menjadi tidak belajar, maka itulah kesalahan kita. Banyak hal yang dapat
kita pelajari di dunia ini. Ketika kita belajar pada dunia, maka dunia akan
memberikan kita pelajaran. Pelajaran inilah yang akan membuat kita berpikir maju
dan berkembang. Artinya, kelelahan tidak bisa menghalangi kita untuk terus,
terus, dan terus belajar. Melalui bertanya, refleksi, mendengarkan, membaca,
dan lain-lain. Apabila kita sudah merasa lelah, itu pertanda bahwa doa kita
melemah. Doa adalah kekuatan fisik, spiritual, dan emosional. Untuk itu, kita
harus selalu berdoa dalam segala keadaan untuk meng-upgrade semangat
kita.
Refleksi 'BAHAN UJIAN AKHIR SEMESTER Mata Kuliah Filsafat ILMU_Program S2 P Mat Kerjasama Dinas Kota'
Semoga
dengan rekaman tersebut dapat membantu persiapan ujian bagi mahasiswa S2. Bagaimana
dengan ujian matematika PGSD UNY kampus wates Pak?
Senin, 10 Juni 2013
Refleksi 'Elegi Mengenal Jargon
Awalnya, yang saya tahu mengenai
jargon adalah sebagai berikut: Jargon dapat bernilai negatif dan positif. Sebuah
jargon akan bernilai negatif apabila jargon dibuat hanya untuk menutupi hal
sebenarnya ataupun kamuflase dari permainan politik. Jargon akan bernilai positif
apabila dibuat untuk membangkitkan semangat. Sekarang, saya mendapat
pengetahuan yang berbeda mengenai jargon. Jargon tidak hanya digunakan untuk
itu tetapi juga digunakan dalam ilmu pengetahuan. Tak jarang hanya si pembuat
jargon yang mengetahui makna dan maksud dari jargon tersebut. Bahkan, tidak
sedikit yang keliru dalam memahaminya.
Refleksi 'Forum tanya Jawab 54: Dialog Filsafat ke dua'
Filsafat
dan ilmu filsafat. Dalam perkuliahan, mahasiswa hendaknya memahami filsafat. Dengan
begitu, maka inti dari filsafat dan segala jiwanya bisa kita pahami. Semua itu
tidak bisa dipelajari secara instan dan akan sangat sulit bila dipelajari
sendiri. Perlu dipahami bahwa filsafat adalah mengkaji hasil pemikiran, bisa
nyata dan tidak. Untuk itu perlu pemikiran tajam untuk memahami urgensi
filsafat itu sendiri.
Refleksi 'Forum Tanya Jawab 53: Dialog Filsafat'
Filsafat
itu mengkaji apa yang mungkin dan tidak mungkin. Belajar filsafat tidak bisa
dilakukan hanya sepotong-sepotong. Karena maksud yang terpahami bisa berbeda. Terlebih
bahasa filsafat yang tinggi. Makna yang terkandung merupakan makna tersirat. Bagi
para pemula, belajar filsafat sangat sulit. Harus menguraikan satu per satu
setiap kata dan kalimat.
Refleksi 'Elegi Menggapai Sastra'
Sesi
ini saya benar-benar tidak paham. Elegi yang sulit ditambah sastra yang rumit. Penuh
makna-makna kiasan dan tersirat. Filsafat memanglah topik yang berat. Sulit untuk
kita memahami bila hanya sebatas membaca tanpa mengkajinya lebih dalam.
Refleksi 'Elegi Wayang Golek'
Elegi
dan wayang golek. Membangun sebuah hubungan perumpamaan. Wayang golek adalah
budaya asli Indonesia yang harus dilestarikan. Menurut apa yang arttikel ini
paparkan, wayang golek merupakan mencari di balik bayangan. Bila diartikan,
wayang golek adalah sebuah upaya pencarian hikmah dan nikmat dari setiap
peristiwa yang terjadi. Wayang golek bisa juga diartikan sebagai bayangan dari
pikiran pikiran yang melahirkan filsafat.
Rabu, 05 Juni 2013
Refleksi 'Skema Penilaian Filsafat Ilmu (S2)'
Penilaiannya
luar biasa Pak. Bolehkah saya bertanya? Bagaimana penilaian bagi kami mahasiswa S1 PGSD di Kampus Wates.
Refleksi 'Elegi Menggapai Purnakata'
Perpisahan
adalah hal yang tidak bisa dihindari. Bila sudah waktunya, maka perpisahan itu
akan terjadi. Dengan adanya perpisahan, bukan berarti upaya kita untuk belajar
berhenti di situ. Harapannya, perpisahan akan membuat kita untuk selalu
berusaha tanpa ada ketergantungan pada siapa pun.
Menurut
artikel ini, filsafat merupakan olah pikir. Ini berarti bahwa filsafat
merupakan hasil dari olah pikir manusia. olah pikir tersebut melibatkan
berbagai dimensi, baik dimensi ruang maupun dimensi waktu. Filsafat menkaji hal
yang mungkin dan tidank mungkin. Meski pun belajar filsafat itu sulit, tapi
filsafat akan memberikan manfaat bagi mereka yang mampu memahaminya.
Refleksi 'Elegi Refleksi Elegi'
Sungguh, saya mengucapkan terima
kasih kepada Bapak karena telah mengenalkan filsafat pada saya dengan susah
payah. Filsafat memang suatu hal yang sulit dipahami, bahkan, sampai sekarang
saya belum memahami filsafat itu sendiri. Namun, Bapak memberikan saya jalan
untuk belajar filsafat. Melalui tulisan-tulisan Bapak, saya belajar filsafat. Meskipun
terkadang harus membacanya sampai berulang-ulang, tapi tulisan Bapak sudah
cukup menghemat segala hal, mengingat filsafat memang sangat luas. Harapan
saya, semoga saya dapat memanfaatkan kesempatan yang Bapak berikan untuk
belajar filsafat.
Refleksi 'Elegi Mendengarkan Tangisan dan Nyanyian Para Filsuf'
Saya kagum. Betapa para filsuf
begitu berjuang keras untuk memahamkan filsafat-filsafatnya. Namun, satu hal
yang penting, yaitu belajar filsafat tidak bisa secara instan. Diperlukan proses
dan waktu yang relative lama. Tidak hanya itu, bagi kami para pemula, perlu
adanya suatu pengemasan yang menarik agar filsafat mudah dipahami dan tidak
membosankan. Sesungguhnya makna tersirat dan penggunaan bahasa yang tingkat
tinggi itulah yang membuat kami para pemula merasa kesulitan memahami filsafat.
Refleksi 'Elegi Memahami Elegi'
Sebenarnya,
saya sangat kaget membaca elegi yang satu ini. Bapak begitu memahami perasaan
masiswa yang galau dengan elegi Bapak. Bagi saya, yang ibaratnya baru kemarin
mengenal elegi, elegi ini memang sangat membingungkan. Bahasanya tingkat
tinggi. Saya sangat kesulitan memahaminya. Tapi, saya berterimakasih kepada
Bapak, karena Bapak berkenan mengenalkan elegi-elegi Bapak kepada saya.
Refleksi 'Elegi Wawancara Orang Tua Berambut Putih'
Awalnya,
saya sangat asing sekali dengan kata-kata elegy. Sampai saya bertemu dengan Pak
Marsigit. Sekarang saya lebih familiar dengan kata elegy. Namun, sejujurnya
saya masih bingung dengan arti kata dari elegy itu. Yang saya tahu, elegy ini
merupakan sebuah kemasan untuk mempermudah mempelajari filsafat. Banyak orang
yang menganggap filsafat itu rumit dan tidak penting. Kalau boleh jujur,
sebenarnya saya sendiri belum tahu arti filsafat. Saya masih bingung tentang
filsafat. Apalagi, filsafat ini baru saya kenal di perguruan tinggi.
Selasa, 04 Juni 2013
Refleksi 'Peta 4- Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest'
Peta yang
ke-empat ini menjelaskan mengenai sumber, evaluasi tiap-tiap aliran. Setiap aliran,
sumber dan cara evaluasinya berbeda. Perbedaan ini tentunya juga sebagai
pembeda dalam metide belajar mengajar. Namun, apapun perbedaannya, yang jelas
adalah gunakan yang terbaik sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas
pendidikan.
Refleksi 'Peta 3 - Peta Pendidikan Dunia _ dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest'
Artikel tersebut menjelaskan peta 3 pendidikan dunia. Dari peta 3
tersebut dapat kita ketahui bahwa pada masyarakat industrial trainer, teori
pembelajaran yang digunakan adalah bekerja keras, latihan, drill, dan
menghafal. Sedangkan pada masyarakat technological pragmatis, teori
pembelajaran yang digunakan adalah berpikir dan praktek. Lain lagi pada
masyarakat old humanis, teori pembelajaran yang digunakan adalah memahami dan
mengaplikasikan. Begitu pula pada masyarakat progressive educator, teori
pembelajaran yang digunakan adalah eksplorasi.sedangkan pada masyarakat public
educator, teori pembelajaran yang digunakan adalah diskusi. Jadi,
tiap-tiap cabang peta menganut teori sendiri-sendiri sesuai dengan
kebutuhannya.
Refleksi 'Peta 2 - Peta Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest'
Peta konsep yang kedua ini ternyata harus lebih dipahami lagi. Pada
peta yang ke dua ini menjelaskan bahwa ada tiga hal yang ada di dunia ini yaitu
sosial, pendidikan dan kemampuan pelajar. Tiga hal ini memiliki sesuatu yang
berbeda. Pebedaan tersebut akan menentukan kita dalam mengadopsi aliran-aliran
tersebut. Oleh karena itu pelu diperdalam lagi mengenai rinciannya.
Refleksi 'Peta 1 - Peta Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest'
Artikel ini menyajikan peta pendidikan dunia karya Pak Mrsigit. Menariknya
adalah bahwa pendidikan dapat dipetakan menjadi beberapa bagian yaitu politics,
mathematics dan moral value. Ini sangat memudahkan kita memahami
perbedaan tiap-tiap aliran. Manfaat lain dari peta ini adalah dapat mempermudah
kita aliran mana yang paling sesuai dengan kondisi peserta didik dan
masyarakat.
Refleksi 'Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 8: Architectonic Mathematics (1)'
Dari artikel
tersebut, yang saya dapatkan adalah bahwa belajarnya orang dewasa dan anak-anak
sangatlah berbeda. Maka, matematika murni tidak bisa dan jangan sampai
dipaksakan pada anak-anak. Ini akan menimbulkan akibat yang luar biasa. Biarlah
anak-anak menikmati matematika sesuai porsinya masing-masing. Matematika bagi
anak adalah kegiatan mereka sendiri. Jadi, jangan sampai sebuah pemaksaan
terjadi karena itu akan berdampak negative pada anak.
Refleksi 'Dialog Internasional 7 Pendidikan Matematika'
Matematika murni
dan pendidikan matematika memanglah berbeda. Namun, keduanya saling berkaitan. Pendidikan
lebih ditekankan pada sisi pedagogic, yaitu bagaimana memperkenalkan matematika
pada siswa dan bagaimana membiasakan matematika itu sebagai sebuah kegiatan
yang dilakukan oleh peserta didik. Matematika murni menekankan pada konsep yang
rinci dan terstruktur. Kaitannya adalah antara pendidikan matematika dan
matematika murni sama-sama memperlajari matematika. Rumus-rumus pendidikan
murni ada kalanya digunakan oleh pendidikan matematika.
Refleksi 'Glossary of Kant's Technical Terms_By Palmquist'
Dalam mempelajari
Filsafat, diperlukan pula mempelajari istilah-istilah dalam bahasa asing. Banyak
sekali istilah-istilah yang harus dipahami. Melalui artikel ini, Pak Prof
berusaha membantu siapa saja yang ingin belajar filsafat mengenai
istilah-istilah dalam filsafat. Ini sangat membantu terutama bagi saya yang
belum paham mengenai filsafat. Istilah ini bermanfaat untuk membangun konsep. Terima
kasih Pak Prof.
Refleksi 'Elegi Seorang Hamba Menggapai Ruang dan Waktu'
Subhanallah…
benar-benar mengagumkan. Allah akan menunjukkan kuasanya dengan cara yang tidak
pernak diduga oleh manusia. Dalam artikel tersebut terkandung makna bahwa
setiap manusia pasti memiliki kesalahan. Kesalahan tersebut akan dimintai pertanggung
jawaban (dibalas). Oleh karena itu, sebaik-baiknya manusia yang berbuat
kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat dan memperbaiki dirinya.
Refleksi 'Elegi Pemberontakan Para Berhenti'
Elegi
Menggapai Ridha Allah
Mendapatkan
keridhaan Allah merupakan impian setiap muslim. Impian ini perlu diperjuamgkan.
Tidak sekedar berjuang apa adanya, melainkan sebenar-benarnya perjuangan. Salah
satu perjuangan yang harus kita lalui adalah berjuang meluruskan niat dan
ikhlas. Faktanya, dua hal ini sangat ringan diucapkan, tapi sungguh berat
dilakukan. Berat di sini tidak kemudian menjadikan kita menjauh dan tidak mau
berusaha, melainkan menjadikannya sebuah tantangan yang harus ditaklukkan. Apabila
kita sudah LULUS dari tantangan ini, maka Insya Allah ridha Allah akan kita
dapatkan.
Refleksi 'Urgensi Filsafat dalam Pendidikan Islam untuk Pendidikan Karakter'
Filsafat bukanlah
sekedaromong kosong belaka. Mempelajari filsafat penting adanya. Ketika seseorang
sudah memutuskan untuk mempelajari filsafat, maka sudah seharusnya dia
mempelajari secara komprehensif dan menyeluruh. Berbicara masalah filsafat dan
agama, memanglah berbeda dan seharusnya pada ruang dan waktunya masing-masing. Agama
terkadang dianggap sebagai benteng yang mengungkung. Namun, dengan inovasi
metodologi, maka perkembangan filsafat tidak hanya terkungkung (statis) tapi
akan terus maju dan berkembang mengikuti perubahan zaman (dinamis).
Refleksi 'Forum Tanya Jawab 64 : Burung di Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari'
Artikel ini
menunjukkan bahwa tiap-tiap yang ada di bumi ini pasti mempunyai perbedaan. Apa
yang menjadi urusan pagi hari, belum tentu sama dengan di sore hari. Begitu pula
dengan pendidikan. Pertanyaan-pertanyaan yang lahir pasti berbeda-beda, baik
dari tenaga pendidik maupun peserta didik. Perbedaan inilah yang menjadikan
kekayaan khasanah di dunia pendidikan. setiap perbedaan bukan untuk
dihilangkan, tetapi untuk disikapi dengan sebaik-baiknya, karena dari perbedaan
itu akan memicu peningkatan kualitas pendidikan.
Sabtu, 01 Juni 2013
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 45: Bagaimana Matematikawan Mengusir Setan?'
Jauh dari
syaithan merupakan keinginan semua muslim. Dalam rangka mengusir syaithan, kita
harus benar-benar mennjaga hati, pikiran, dan lisan kita. Ikhlaskan segalanya
karena Allah dan segera mohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan
merupakan salah satu cara mengusir syaithan.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 44: Kyai Mursidin 2'
Syaithan sangat menyukai manusia
yang hati dan pikirannya ragu-ragu. Karena perasaan ragu-ragu akan mempermudah
jalan syaithan untuk membelokkan jalan manusia. satu hal yang tidak disukai
oleh syaithan dan sangat sulit ditembus oleh syaithan adalah perasaan ikhlas
lillaahita’ala. Jadi, bila ingin menjauhkan diri dari syaithan, maka gapailah
ikhlas hati hanya untuk Allah semata.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 43: Kyai Mursidin 1'
Syaithan,
dahulunya adalah makhluk yang taat pada Allah. Namun, setelah Allah
mengemukakan rencana-Nya untuk menjadikan manusia khalifah di bumu, syaithan
dan iblis tidak menerimanya. Oleh sebab itu, syaithan sangat membenci manusia.
syaithan akan menggoda manusia dengan godaan-godaan yang indah. Godaan tersebut
akan dilancarkan dengan menggunakan berbagai macam cara. Untuk itu, manusia
perlu mengadakan pembentengan diri dengan mendekatkan diri pada Allah.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 42: Mengubah Mitos menjadi Logos'
Mengubah
paradigma manusia tidaklah mudah, kecuali mereka mau menyadarkan diri mereka
sendiri dan membuka pikiran mereka tentang segala macam modernisasi. Mitos yang
selalu mereka genggam tidak akan berlaku saat ini. yang diperlukan adalah
kesiapan diri untuk menerima dan berpartisipasi dalam zaman modern. Mengganti pikiran-pikiran
yang penuh mitos menjadi logos yang membangun.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 41: Balas Dendam Syaitan Terhadap Matematikawan'
Manusia adalah
makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Kesempurnaannya dikarenakan manusia
ini dianugerahi akal dan pikiran. Meskipun manusia mempunyai ilmu yang tinggi,
namun, tidak semestinya dia melupakan kodratnya sebagai makhluk Allah yang senantiasa
penuh dengan dosa dan kesalahan. Apa yang didapatkan oleh manusia merupakan
hasil dari doa mereka. Allah juga telah memberikan rizki kepada manusia
walaupun mereka tidak meminta. Namun, rizki yang Allah berikan tersebut
sebenarnya adalah cobaan. Cobaan apakah dia mau bersyukur ataukah kufur.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 40: Berguru Kepada Imam Al-Ghazali untuk Meningkatkan Kualitas Spiritual (Islam)'
Berguru
untuk memperdalam keimanan adalah suatu keharusan. Memperdalam iman bisa
dikatakan sebagai upaya memperbaiki diri dan imannya. Ketika dalam proses ini,
mustahil manusia akan secara spontan dan instan mencapai tingkat kekhusukkan. Artinya,
apabila manusia merasa bahwa dirinya belum khusuk itu adalah suatu hal yang
wajar. Selama kita terus berusaha memperbaiki diri, berdzikir, berdoa, memohon
ampun pada Allah, Insya Allah, Allah akan memudahkan jalan manusia menggapai
khusuk dan ikhlas.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 39: Menggapai Sepi'
Sepi.
Sepi di sini dimaksudkan sepi dalam beribadah. Artinya adalah kekhusukan dalam
beribadah dan beramal. Menggapai sepi diharapkan bahwa setelah melakukan amalan
atau ibadah, maka hati, pikiran, dan lisan tidak akan mengungkapkannya. Jikalau
hati, pikiran, atau lisan masih berkata, maka itu berarti belum berhasil
menggapai sepi.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 38 : Menggapai Pikiran Ikhlas'
Pikiran ikhlas
akan dicapai setelah manusia dapat ikhlas dalam hati. Ketika manusia sudah
ikhlas dalam hati, maka piran-pikirannya akan menjadi tenang. Dengan demikian,
pikiran ikhlas akan mengikuti keikhlasan hati.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 37: Ketika Pikiranku Tak Berdaya'
Fatamorgana???
Apa itu fatamorgana??? Apa hubungannya dengan pikiran? Pikiran adalah sesuatu
yang kita inginkan. Secara tidak langsung, apa yang terjadi adalah buah dari
pikiran-pikiran kita. Pikiran kita juga dapat berarti mimpi. Mimpi yang tidak
terwujudkan adalah fatamorgana. Jadi, fatamorgana berkaitan dengan pikiran
merupakan mimpi yang tidak terwujudkan.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 36: Menggapai Tidak Risau'
Setiap
manusia pasti memiliki rasa khawatir. Namun, khawatir yang berlebihan akan
membawa manusia pada kungkungan yang kuat. Manusia akan sulit berkembang karena
segala pertimbangannya didasarkan pada rasa khawatir. Tapi, rasa khawatir
tersebut dapat diubah menjadi sebuah kekuatan untuk memperbaiki diri. Jadi
kekhawatiran yang kita miliki akan bermanfaat apabila kita tepat dalam mengolahnya.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 35: Cendekia yang ber Nurani'
Manusia diciptakan
oleh Allah sebagai makhluk yang paling sempurna karena dianugerahi akal dan
pikiran. Tetapi, Allah juga menganugerahkan kekurangan-kekurangan pada diri
manusia. Kekurangan-kekurangan tersebut tidak lantas membuat harkat dan martabat
manusai mmenjadi menurun, melainkan, melalui kekurangan tersebut, manusia
diharapkan mampu mengolah dan mengembangkan kekurangannya menjadi sebuah
kelebihan. Dengan demikian, maka manusia harus mau secara terbuka dan ikhlas
menerima kritik dan saran yang membangun. Bila sudah begitu, manusia di bumi
tidak hanya cerdas, tetapi cerdas bernurani.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 34: Menemukan Ruh'
Ruh, adalah
karunia Allah yang bentuk dan wujudnya tidak pernah diketahui oleh manusia. Ruh
termasuk dalam kategori ghaib. Meskipun, ruh adalah sesuatu yang tidak bisa
terlihat, tetapi, sebagai seorang muslim, kita harus percaya tentang adanya
ruh, sebagaimana kita percaya akan adanya malaikat dan Allah penguasa alam
semesta.
Refleksi 'Elegi Ritual Ikhlas 33: Doakulah yang tersisa'
Setelah
kita bertawakal kepada Allah, maka, yang selanjutnya kita lakukan adalah
menyerahkan segala hasil dari usaha kita kepada Allah. Yang dimaksudkan
menyerahkan segala hasilnya kepada Allah adalah tidak serta merta kita hanya
berdiam diri menunggu hasil, tetapi berdoa. Berdoa memohon kepada Allah agar
diberikan hasil yang terbaik sesuai dengan usaha kita. Tak lupa pula bersoa
mohon ampun atas segala kesalahan yang diperbuat. Sungguh, tidak ada yang dapat
menandingi kekuatan keikhlasan berdoa.
Langganan:
Komentar (Atom)