Refleksi ‘Artikel Populer: Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Matematika’
http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/artikel-populer-pendidikan-karakter.html
Berdasarkan ‘Artikel Populer: Pendidikan Karakter
dalam Pendidikan Matematika’ telah menjelaskan dengan gamblang tentang matematika
dan pendidikan karakter dengan berbagai dimensinya. Pendidikan karakter memang
penting adanya. Fungsi utamanya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk filter
terhadap budaya-budaya modern yang mulai menggerogoti khasanah budaya bangsa.
Bahkan, sudah menjalar hingga ke seluruh lapisan masyarakat, baik generasi tua,
muda, dan anak-anak.
Fakta ini sangatlah memprihatinkan dan menjadi sorotan.
Kondisi ini menggugah hati pemerintah untuk segera mengambil tindakan. Salah
satunya dengan kebijakan perubahan kurikulum. Kurikulum 2013 adalah kurikulum
terbaru yang isi dan muatannya lebih banyak dan terfokus pada pendidikan
karakter. Beberapa mata pelajaran ditiadakan, misalnya IPA dan IPS. Hal ini
ditujukan memberikan alokasi waktu yang lebih banyak pada pendidikan karakter.
Pendidikan karakter yang dimaksudkan bukanlah secara teori
saja, melainkan lebih pada pembiasaan praktiknya dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai- nilai karakter ini diintegrasikan pada setiap mata pelajaran. Salah
satunya adalah mata pelajaran matematika. Melalui pelajaran matematika, siswa
dapat dilatih dan dibiasakan untuk kerja keras, ulet, teliti, hati-hati, dan
yang penting adalah perasaan memiliki rasa membutuhkan pendidikan matematika,
sehingga akan memupuk semangat untuk selalu belajar. Pendidikan karakter yang
diintegrasikan dalam mata pelajaran matematika dapat dilaksanakan dengan
mengembangkan komunikasi material, komunikasi formal, komunikasi normatif, dan
komunikasi spiritual. Di sini, peran guru sangat
menentukan keberhasilan pendidikan karakter. Guru harus bisa semaksimal mungkin
dalam menerapkan metode, sehingga pendidikan karakter ini benar- benar mengena
dan membudaya. Pendidikan karakter ini diharapkan dapat menyelamatkan karakter
bangsa yang semakin luntur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar