Refleksi Kuliah
LESSON
STUDY,
HARAPAN
BARU PENDIDIKAN INDONESIA
Dari perkuliahan tanggal 12 Maret 2013, saya mendapatkan
banyak pengetahuan dasar sebagai modal untuk mengajar dan mendidik anak usia
SD. Sebagai seorang guru, maka ia harus dapat dipercaya (Accountability)
dan kepercayaan itu akan menjadikan kebiasaan yang terus- menerus (Sustainability)
sehingga guru tersebut tidak akan mengingkari apa yang sudah dipercayakan oleh
masyarakat. Sebagai konsekuensinya, guru harus mampu menghadapi dua emosi yang
berbeda, yaitu emosi siswa dan emosi orang tua siswa. Guru harus menjalin
komunikasi dan kerja sama yang baik dengan guru lain dan orang tua. Lingkungan
ini yang akan mempengaruhi perkembangan siswa.
Gebrakan baru dalam dunia pendidikan adalah Lesson Study.
Cara ini mengutamakan kerja sama dari dua guru untuk mengajar satu kelas secara
bersama- sama. Lesson Study ini menekankankegiatan para guru yang secara
bersama- sama merencanakan, mengamati,
menganalisa, dan memperbaiki pelajaran kelas. Guru harus bisa berkolaborasi dengan baik agar pembelajaran
dapat memberikan manfaat secara maksimal. Dalam Lesson Study ini, pembelajaran tetap
terpusat pada aktivitas siswa dalam menemukan pola-pola tertentu sehingga akan
merangsang siswa untuk berfikir secara kritis. Di sini, guru hanyalah sebagai
fasilitator, sehingga 75% proses belajar harus dilakukan siswa itu sendiri.
Lesson
study secara luas
dikreditkan untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Dalam Lesson study guru harus memikirkan
tentang tujuan jangka panjang pendidikan, seperti cinta belajar dan menghormati orang
lain. Hati-hati mempertimbangkan tujuan dari subjek satuan luas tertentu, atau
pelajaran (misalnya, mengapa ilmu pengetahuan yang diajarkan, apa yang penting tentang
pengungkit, bagaimana memperkenalkan pengungkit), dan lain- lain.
Rencana
proses pembelajaran kelas akan membawa guru dan siswa menuju ke tujuan
pembelajaran yang spesifik dan tujuan jangka panjang bagi siswa. Guru harus
selalu berhati-hati mempelajari bagaimana siswa menanggapi pelajaran, termasuk
belajar mereka, keterlibatan, dan kerja sama satu sama lain. Guru juga harus
memberikan perhatian yang lebih pada anak yang sekiranya membutuhkan bantuan
untuk mengembangkan belajarnya, terlebih pada anak yang kesulitan dalam
belajar. Ketika ada anak yang bertanya, guru dengan senang hati akan
menjelaskan. Guru boleh bertanya pada siswa untuk membangun dan mengembangkan
rasa ingin tahu dalam diri siswa.
Lesson Study tidak serta merta
hanya pengkolaborasian antara dua guru, tetapi ada aktivitas pokok yang harus
dilaksanakan. Tiga aktivitas dalam Lesson Study dikenal dengan tahap Plan
(merencanakan), tahap Do (melaksanakan), dan tahap See (merefleksi) yang
dilakukan secara berkelanjutan. Dengan kata lain Lesson Study merupakan suatu
cara peningkatan pendidikan yang tak pernah berakhir (continous improvement). Dalam
hal ini guru yang mempraktikkan Lesson Study, bekerja sama dengan sesama guru
dalam menetapkan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan berdasarkan
tuntutan kurikulum.
Di Indonesia Lesson Study berkembang
melalui Indonesia Mathematics and Science Teacher Education Project (IMSTEP)
yang diimplementasikan sejak sejak Oktober tahun 1998 di tiga IKIP yaitu IKIP
Bandung (sekarang bernama Universitas Pendidikan Indonesia, UPI), IKIP
Yogyakarta (sekarang bernama Universitas Negeri Yogyakarta, UNY) dan IKIP
Malang (sekarang menjadi Universitas Negeri Malang) bekerja sama dengan JICA
(Japan International Cooperation Agency). Semoga dengan gebrakan baru ini, pendidikan
Indonesia bisa berkembang dan menjadi lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar