SM3T 2016

SM3T 2016
Pulau Kelapa, Bima, NTB

Jumat, 05 April 2013

Refleksi Kuliah


LESSON STUDY,

HARAPAN BARU PENDIDIKAN INDONESIA

 

Dari perkuliahan tanggal 12 Maret 2013, saya mendapatkan banyak pengetahuan dasar sebagai modal untuk mengajar dan mendidik anak usia SD. Sebagai seorang guru, maka ia harus dapat dipercaya (Accountability) dan kepercayaan itu akan menjadikan kebiasaan yang terus- menerus (Sustainability) sehingga guru tersebut tidak akan mengingkari apa yang sudah dipercayakan oleh masyarakat. Sebagai konsekuensinya, guru harus mampu menghadapi dua emosi yang berbeda, yaitu emosi siswa dan emosi orang tua siswa. Guru harus menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan guru lain dan orang tua. Lingkungan ini yang akan mempengaruhi perkembangan siswa.

Gebrakan baru dalam dunia pendidikan adalah Lesson Study. Cara ini mengutamakan kerja sama dari dua guru untuk mengajar satu kelas secara bersama- sama. Lesson Study ini menekankankegiatan para guru yang secara bersama- sama merencanakan, mengamati, menganalisa, dan memperbaiki pelajaran kelas. Guru harus bisa  berkolaborasi dengan baik agar pembelajaran dapat memberikan manfaat secara maksimal. Dalam Lesson Study ini, pembelajaran tetap terpusat pada aktivitas siswa dalam menemukan pola-pola tertentu sehingga akan merangsang siswa untuk berfikir secara kritis. Di sini, guru hanyalah sebagai fasilitator, sehingga 75% proses belajar harus dilakukan siswa itu sendiri.

Lesson study secara luas dikreditkan untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Dalam Lesson study  guru harus memikirkan tentang tujuan jangka panjang pendidikan,  seperti cinta belajar dan menghormati orang lain. Hati-hati mempertimbangkan tujuan dari subjek satuan luas tertentu, atau pelajaran (misalnya, mengapa ilmu pengetahuan yang diajarkan, apa yang penting tentang pengungkit, bagaimana memperkenalkan pengungkit), dan lain- lain.

Rencana proses pembelajaran kelas akan membawa guru dan siswa menuju ke tujuan pembelajaran yang spesifik dan tujuan jangka panjang bagi siswa. Guru harus selalu berhati-hati mempelajari bagaimana siswa menanggapi pelajaran, termasuk belajar mereka, keterlibatan, dan kerja sama satu sama lain. Guru juga harus memberikan perhatian yang lebih pada anak yang sekiranya membutuhkan bantuan untuk mengembangkan belajarnya, terlebih pada anak yang kesulitan dalam belajar. Ketika ada anak yang bertanya, guru dengan senang hati akan menjelaskan. Guru boleh bertanya pada siswa untuk membangun dan mengembangkan rasa ingin tahu dalam diri siswa.

Lesson Study tidak serta merta hanya pengkolaborasian antara dua guru, tetapi ada aktivitas pokok yang harus dilaksanakan. Tiga aktivitas dalam Lesson Study dikenal dengan tahap Plan (merencanakan), tahap Do (melaksanakan), dan tahap See (merefleksi) yang dilakukan secara berkelanjutan. Dengan kata lain Lesson Study merupakan suatu cara peningkatan pendidikan yang tak pernah berakhir (continous improvement). Dalam hal ini guru yang mempraktikkan Lesson Study, bekerja sama dengan sesama guru dalam menetapkan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan berdasarkan tuntutan kurikulum.

Di Indonesia Lesson Study berkembang melalui Indonesia Mathematics and Science Teacher Education Project (IMSTEP) yang diimplementasikan sejak sejak Oktober tahun 1998 di tiga IKIP yaitu IKIP Bandung (sekarang bernama Universitas Pendidikan Indonesia, UPI), IKIP Yogyakarta (sekarang bernama Universitas Negeri Yogyakarta, UNY) dan IKIP Malang (sekarang menjadi Universitas Negeri Malang) bekerja sama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency). Semoga dengan gebrakan baru ini, pendidikan Indonesia bisa berkembang dan menjadi lebih baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar