Refleksi ‘Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 3: Budaya Matematika Menghasilkan Mathematical Intuition’
http://powermathematics.blogspot.com/2010/09/elegi-pemberontakan-pendidikan_6933.html
DEVI MISWANTINA/ 12108241094/ PGSD 2012 (2F)
Saya sependapat dengan artikel ‘Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 3: Budaya
Matematika Menghasilkan Mathematical Intuition’ yang isinya mengatakan bahwa
intuisi dalam matematika adalah budaya bermatematika (subject to cultural
forces ) yang sangat penting dalam menciptakan ide atau gagasan-gagasan
matematika. Intuisi lahir ketika siswa telah memperoleh pengalaman belajar.
Artinya, siswa benar- benar menjadi subyek yang sepenuhnya mengembangkan
pengetahuannya secara bebas. Matematika menekankan kegiatan siswa dalam proses
pembelajaran. Siswalah yang mencari dan guru hanya menjadi fasilitator. Anak
tumbuh tidak hanya dalam lingkungan keluarga, tapi juga lingkungan sekolah dan
masyarakat. Oleh karena itu, menumbuhkan dan menjaga intuisi menjadi tanggung
jawab semua pihak, baik keluarga, guru, maupun masyarakat. Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar