SM3T 2016

SM3T 2016
Pulau Kelapa, Bima, NTB

Sabtu, 09 Maret 2013

Refleksi ‘Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 3: Budaya Matematika Menghasilkan Mathematical Intuition’

http://powermathematics.blogspot.com/2010/09/elegi-pemberontakan-pendidikan_6933.html


DEVI MISWANTINA/ 12108241094/ PGSD 2012 (2F)

            Saya sependapat dengan artikel ‘Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 3: Budaya Matematika Menghasilkan Mathematical Intuition’ yang isinya mengatakan bahwa intuisi dalam matematika adalah budaya bermatematika (subject to cultural forces ) yang sangat penting dalam menciptakan ide atau gagasan-gagasan matematika. Intuisi lahir ketika siswa telah memperoleh pengalaman belajar. Artinya, siswa benar- benar menjadi subyek yang sepenuhnya mengembangkan pengetahuannya secara bebas. Matematika menekankan kegiatan siswa dalam proses pembelajaran. Siswalah yang mencari dan guru hanya menjadi fasilitator. Anak tumbuh tidak hanya dalam lingkungan keluarga, tapi juga lingkungan sekolah dan masyarakat. Oleh karena itu, menumbuhkan dan menjaga intuisi menjadi tanggung jawab semua pihak, baik keluarga, guru, maupun masyarakat. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar