SM3T 2016

SM3T 2016
Pulau Kelapa, Bima, NTB

Jumat, 15 Maret 2013

Refleksi Kuliah 1


DEVI MISWANTINA/ 12108241094/ PGSD 2012 /II F

Berdasarkan proses perkulahan pada hari Kamis, 14 Februari 2013, saya berkesimpulan bahwa menjadi seorang guru tanggung jawabnya sangat besar. Tidak hanya memberikan pelajaran (mengajar) tetapi juga bertanggung jawab atas sikap dan perilakunya. Dalam bidang akademik, seorang guru dituntut untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswanya. Pembelajaran yang inovatif sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dimana guru bertugas sebagai fasilitator agar siswa aktif dan kreatif dalam mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya. Pembelajaran dilaksanakan dua arah (guru dan siswa aktif). Guru menganggap siswanya sebagai subyek yang telah mempunyai pengetahuan sehingga guru tinggal melakukan apersepsi dan memberikan kesempatan seluas- luasnya kepada siswanya untuk mengembangkan pengetahuan siswa secara bertahap (melalui proses). Namun, semua itu tidak bisa terwujud apabila pemahaman mengajar guru masih tradisional. Mengubah pemahaman dari pemahaman tradisional menuju pemahaman yang inovatif tidaklah mudah karena hal tersebut merupakan budaya. Perubahan mendasar mengenai pemahaman, pengetahuan, kemauan, dan usaha itu terdapat pada diri pribadi masing- masing baik di pihak siswa maupun di pihak guru. Perubahan yang terjadi biasanya dalam skala kecil, secara bertahap dan membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, saya berharap bisa menjadi guru yang cakap dan tanggap terhadap perubahan dan kebutuhan pendidikan sehingga mampu secara kreatif melakukan dan mengembangkan pembelajaran secara inovatif dan menyenangkan sehingga akan menstimulasi ketertarikan anak. Aamiin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar