SM3T 2016

SM3T 2016
Pulau Kelapa, Bima, NTB

Sabtu, 09 Maret 2013

Refleksi ‘Identifikasi Masalah Psikologi Mengajar Matematika, Psikologi Belajar Matematika Dan Psikologi Pembelajaran Matematika’

http://powermathematics.blogspot.com/2008/11/identifikasi-masalah-psikologi-mengajar.html


DEVI MISWANTINA/ 12108241094/ PGSD 2012 (II F)

          Dari artikel yang menmbahas tentang ‘Identifikasi Masalah Psikologi Mengajar Matematika, Psikologi Belajar Matematika Dan Psikologi Pembelajaran Matematika’ saya berpendapat bahwa inilah masalah- masalah yang dihadapi oleh pendidikan di Indonesia. Sebenarnya permasalahan ini tidak hanya ada dalam matematika, melainkan seluruh mata pelajaran. Guru sangat membutuhkan pemahaman tentang psikologi anak, psikologi mengajar, dan psikologi pembelajaran yang dalam hal ini dikhususkan pada matematika. Guru dituntut untuk berhati- hati dalam menyelesaikan permasalahan yang menyangkut psikologi anak. Penyelesaian yang salah boleh jadi akan menimbulkan trauma pada anak. Anak usia SD tidak melulu diceramahi guru. Itu akan memberi kesan membosankan pada anak. Ketika guru terlalu banyak menjelaskan dan menuntut siswanya untuk diam dan memperhatikan akan menyebabkan psikologi anak terganggu, merasa tertekan, siswa merasa tidak bebas dalam mencari pengetahuan karena selalu dibatasi oleh guru. Sebenarnya ini ttidak hanya terjadi di lingkungan SD tetapi hingga perguruan tinggi. Kegiatan guru ceramah juga akan banyak menimbulkan masalah psikologi belajar matematika dan pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika akan dirasa lama dan membosankan sehingga anak tidak tertarik dengan kegiatan belajar matematika.oleh sebeb itu pemahaman mengenai psikologi sangat bermanfaat bagi guru agar dapat mengambil langkah tepat dalam mengatasi masalah- masalah proses pembelajaran agar tidak menimbulkan trauma pada anak. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar